ASUHAN KEPERAWATAN PADA SDR. A
DENGAN GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN
AKIBAT GASTRITIS DIRUANG
YUDHA RUMAH SAKIT TINGKAT III CIREMAI - CIREBON
DISUSUN OLEH :
DIAN NOVIANTI
NIS : 1213152447
YAYASAN PONDOK PESANTREN AR-RAHMAT SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
AR-RAHMAT JL.WERAGATI SELATAN DESA WERAGATIKEC. PALASAH KAB. MAJALENGKA : 45455
BAB I
TINJAUAN TEORITIS
A.
Definisi
Gastritis
adalah peradangan lokal atau menyebar pada mukosa lambung yang berkembang
apabila mekanisme protektif mukosa di penuhi dengan bakteri atau bahan iritasi
lain. (reevers, lockhart 2001).
Gastritis
adalah peradangan mukosa lambung yang dapat bersifat akut, kronik, difusi atau
local(silvia, 1995)
Gsatritis
adalah inflamasi mukosa lambung yang di akibatkan oleh diet tidak benar, atau
makanan yang mengandung mikrooganisme penyebab penyakit (bruner and sudart) 2001).
B.
Ekologi
Gastritis
dapat timbul tanpa di ketahui penyebabnya. Penyebab yng sering di jumpai antara
lain :
Ø Penggunaan obat analgetik – anti inflamasi terutama aspirin
Ø Merokok
Ø Mengkonsumsi alcohol
Ø Refleksi usus lambung
Ø Diet tidak benar
Ø Stress fisik
C.
Patofisiologi
Bahan-bahan makanan, minuman, obat maupun zat kimia yang masuk
kedalam lambung menyebabkan iritasi atau erosi pada mukosanya sehingga lambung
kehilangan barrier (pkelindung). Selanjutnya terjadi peningkatan difusi balik
ion, hydrogen.
Gangguan difusi pada mukosa dan peningkatan sekresi asam lambung
yang meningkat atau banyak, kemidian menginvasi mukosa lambung dan terjadilah
reaksi peradangan. Inilah yang si sebut gastritis. Respon mukosa lambung
kebanyakan penyebab iritasi tersebut adalah dengan regenerasi mukosa. Karena itu
gangguan-gangguan tersebut seringkali menghilang dengan sendirinya. Dengan iritasi
yang terus-menerus, jaringan menjadi meradang dan dapat terjadi pendarahan.
Masuknya zat-zat seperti asam dan basa kuat yang bersifat korosif
mengakibatkan peradangan dan nekrosif pada dinding lambung. Nekrosis dapat
mengakibatkan perforasi dinding lambung dengan akibat berikutnya pendarahan dan
peritonitis. Hilangnya mukosa lambung akan mengakibatkan berkurangnya sekresi
lambung dan timbulnya anemia pernisiosa.
D.
Klasifikasi Gastritis
Gastritis menurut jenisnya terbagi menjadi 2 (dua), yaitu :
1)
Gastritis
akut
Gastritis (inflamasi
mukosa lambung) paling sering di akibatkan oleh kesembronoan diit, misalnya
makan terlalu banyak, terlalu cepat makan, makanan yang terlalu banyak bumbu,
atau makanan yang terinfeksi. Gastritis akut merupakan kelainan klinis akut
yang jelas penyebabnya dengan dan gejala khas, biasanya di temukan sel
inflamasi akut dan neutrofil.
2)
Gastritis
kronik
Gastritis kronik
merupakan suatu peradangan bagian permukaan mukosa lambung yang berkepanjangan
yang di sebabkan oleh ulkus dan berhubungan dengan Helieobater pylori.
E.
Tanda Dan Gejala
Tanda dan gejala dari gastritis adalah :
1)
Gastritis
akut : mual dan muntah, nyeri epigastrium, muntah darah nyeri tekan yang ringan
pada epigastrium.
2)
Gastritis
kronik : nyeri ulu hati, anoreksia, nausea, anemia, nyeri tekan kpada
epigastrium, cairan lambung terganggu, kadar gastrin serum tinggi, rasa pedih
sebelum atau sesudah makan dan kadang mulut terasa asam.
F.
Piñatalaksanaan
/ Pengobatan
ü Tirah baring
ü Pemberian perangsang lunak dan tidak merangsang mual dan muntah
ü Pemberian anti biotic untuk penanganan factor penyebab
ü Makanan cair untuk penderita yang mengalami erosi dan perdarahan
sedikit
ü Pengaturan diet
ü Pemberian anti spasmodic
G.
Komplikasi
1)
Perdarahan
saluran cerna atas, hingga anemia dan kematian
2)
Ulkus
pada lambung
3)
Perforasi
lambung
4)
Gangguan
penyerapan vitamin B12 karena ataropi lambung dan akan terjadi anemia
pernisiosa.
5)
Gangguan
penyerapan zat besi
6)
Penyempitan
daerah fillorus
7)
Kanker
lambung.
BAB
II
TINJAUAN
KASUS
ASUHAN
KEPERAWATAN PADA SDR. A
DENGAN GANGGUAN
SISTEM PENCERNAAN AKIBAT GASTRITIS
DIRUANG
YUDHA RUMAH SAKIT TINGKAT III CIREMAI-CIREBON
1.
Pengkajian
a.
Identitas
pasien
Nama :
Sdr. A
Umur :
14 tahun
Jenis kelamin :
laki-laki
Agama :
Islam
Pendidikan : Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Pekerjaan : Pelajar
Tanggal masuk :
19 Agustus 2014
Tanggal pengkajian :
20 Agustus 2014
No. Merk : 000034570
Diagnose medis : Gastritis
Alamat : Jl. Oto Iskandardinata Rt 02/01 Desa Pegagan
Kec. Palimanan Kab. Cirebon
b.
Identitas
Penanggung jawab
Nama : Tn. D
Umur : 46 Tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Pendidikan : SLTA
Pekerjaan :
TNI AD
Hub. Dengan pasien : Ayah Kandung
c.
Keluhan
utama
Ayah klien
mengatakan bahwa klien mengalami mual muntah.
d.
Riwayat
kesehatan sekarang
Sdr. A masuk ke
rumah sakit ciremai-cirebon pada tanggal 19 Agustus 2014 dengan keluhan utama
mual dan muntah, serta perut terasa perih. Mual dan muntah muncul berawal dari
kebiasaan klien yang sering mengkonsumsi makanan yang dapat meningkatkan asam
lambung seperti makanan yang asam dan pedas. Dari itu klien mulai merasa mual
dan perih di perutnya dan merasa nyeri tekan pada bagian epigasstrium. Dengan skala
nyeri 2 (ringan, sedang, berat).
e.
Riwayat
kesehatan dahulu
Orang tua klien
mengatakan bahwa dulu klien belum pernah mengalami penyakit seperti sekarang
ini sebelumnya, namun penyakit yang di alami oleh sdr.A (klien) pernah juga di
alami oleh ibunya.
f.
Riwayat
kesehatan keluarga
Klien adalah
anak kedua dari dua bersaudara dan riwayat keluarga di katakana bahwa penyakit
yang sama pernah juga di alami oleh ibunya.
·
Genogram
keterangan :
: laki-laki :
garis keturunan :
klien
: perempuan :
tinggal serumah
g.
Data
psikosial
Ojrang tua klien mengatakan bahwa klien merupakan pribadi yang
aktif dan dapat berinteraksi dengan baik saat bersama teman seusianya di rumah.
Dan orang tua klien mengatakan bahwa klien cenderung pendiam dan
tidak dapat berinteraksi dengan baik saat di rumah sakit.
h.
Data
spiritual
Klien merasa beban yang di deritanya mulai berkurang setelah berdoa
dan beribadah kepada Allah SWT.
i.
Aktivits
kehidupan sehari-hari
Kegiatan
|
Dirumah
|
Di
rumah sakit
|
|
a.
Makan
-
Frekuensi
-
Jumlah
-
Jenis
|
3x perhari
1 porsi
Nasi
|
2x perhari
½ porsi
Bubur
|
|
b.
Minum
-
Frekuensi
-
Jumlah
-
Jenis
|
5x perhari
8 gelas
Air putih
|
4x perhari
<8 gelas
Air putih
|
|
c.
Personal
hygiene
-
Mandi
-
Menggosok
gigi
-
Mencici
rambut
-
Menggunting
kuku
|
2x sehari
2x sehari
2x perminggu
2x perminggu
|
1x sehari
1x sehari
1x 3 hari
1x seminggu
|
|
d.
Istirahat-tidur
-
Kebiasaan
sebelum tidur
-
Waktu
-
Lama
tidur
|
Nonton TV
Pkl. 21.00
wib
8 jam
|
Berdoa
Pkl. 22. Wib
7 jam
|
|
e.
Elimninasi
-
BAK
-
BAB
|
3x perhari
1-2x perhari
|
1x perhari
1x perhari
|
|
f.
Rekreasi
-
Rekreasi
-
Olahraga
|
-
1x perminggu
|
-
-
|
|
g.
Kebiasaan/ketergantungan
-
Alcohol
-
Obat-obatan
-
Rokok
-
Kopi
|
Tidak
mengkonsusmi
-
Tidak
mengkonsusmi
Tidak
mengkonsusmi
|
Tidak mengkonsusmi
Mengkonsmsi
Tidak
mengkonsusmi
Tidak
mengkonsusmi
|
|
j.
Data
pemeriksaan umum
1.
Pemeriksaan
fisik
Penampilan : bersih
Kesadaran : composmentis (sadar penuh)
Berat badan : 40kg
Tinggi badan : 160 cm
Tekanan darah : 100/70 mmhg
Respirasi : 20x/menit
Nadi : 82x/menit
Suhu tubuh : 36° c
2.
Kepala
Bentuk kepala : oval
Kelainan : tidak ada
Keadaan rambut : bersih, lebat
Kulit kepala : bersih
3.
Mata
Sclera :
normal, anemis
Konjungtiva : normal
Kornea : normal
Lensa : normal
Pupil : normal
Reflek cahaya : normal
Kelainan : tidak ada
4.
Telinga
Fungsi pendengaran :
berfungsi
Bentuk : simetris kanan dan kiri
Serumen : tidak ada
Test garputala : -
Kelainan : tidak ada
5.
Hidung
Fungsi penciuman :
berfungsi
Bentuk : simetris
Serumen : tidak ada
Kelainan : tidak ada
6.
Mulut
Fungsi pengecapan :
berfungsi
Kebersihan gigi : bersih
Mukosa bibir : lembab
7.
Leher
Kelenjar betah
bening :
-
Kelenjar tyroid :
-
Pergerakan leher : normal
8.
Dada
Bentuk : simetris
Suara nafas : normal
Frekuensi nafas :
regular
Nyeri : -
Kelainan : tidak ada
9.
Punggung
Bentuk : simetris
Kelainan : tidak ada
10.
Abdomen
Bising usus : -
Kelainan : nyeri tekan pada bagian epigastrium
11.
Genitalia
Bentuk : -
Kebersihan : -
Pembengkakan :
-
Lesi : -
Kelainan : tidak ada
12.
Anggota
gerak atas dan bawah
Reflek trisep : normal
Reflek bisep : normal
Reflek patella : normal
Reflek babynski :
normal
Kelainan : tidak ada
13.
Kulit
Warna kulit : coklat
Tekstur kulit : lembut
14. Pemeriksaan diagnosis
a.
Labolatorium
Jenis pemeriksaan
|
Hasil
|
Nilai normal
|
HERMATOLOGI
DARAH RUTIN
|
||
Haemoglobin
Leukosit
Erytrosit
Haematokrit
Thrombosit
|
13,8 gr %
11,2 ribu /mm³
4,19 juta /mm³
43,2 %
313 ribu/mm³
|
Pria 14-8 gr %
4,0-10,0 ribu/mm³
Pria 4,3 juta /mm³
Pria 40-48 %
150-390 ribu/mm³
|
15.
Penatalaksanaan
Therafi obat-obatan
|
Dosis
|
Ranitidine
Ordancentran
Scopamin
Hucral syr
|
2x1 perhari
2x1 perhari
3x1 amp
3x
|
2.
Analisa
data
No
|
Data fokus
|
Etiologi
|
Masalah
|
|
1.
|
DO
DS
|
Nyeri
tekan pada daerah ulu hati
Klien
mengatakan ulu hatinya terasa nyeri saat di tekan
|
Penumpukan zat kimia
Iritasi mukosa lambung
Nyeri tekan
|
Gangguan rasa nyaman (nyeri)
berhubungan dengan iritasi mukosa lambung
|
2.
|
DO
DS
|
Hilang
selera makan
Keluarga
klien mengatakan DS tidak mau makan
|
Mual
Perubahan
nutrisi
Hilang selera makan
|
Gangguan nutrisi dari intake
makanan yang kurang sekunder terhadap anoreksia dan mual muntah
|
3.
|
DO
DS
|
Lemah
Klien
mengatakan bahwa tubuhnya terasa lemh
|
Muntah
Anemia pernisiosa
|
Gangguan kekurangan volume cairan
berhubungan dengan intake cairan yng kuran dan output cairan yang
berlebihan(muntah)
|
3.
Diagnosa
keperawatan
1.
Gangguan
rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan iritasi mukosa lambung
2.
Gangguan
nutrisi dari intake makanan yang kurang sekunder terhadap anoreksia dan mual
muntah
3.
Gangguan
kekurangan volume cairan berhubungan dengan intake cairan yng kuran dan output
cairan yang berlebihan(muntah)
4.
Rencana
asuhan keperawatan
Nama : sdr. A
Umur : 14 tahun
Diagnosa medis : gastritis
No. Medrek : 00034570
No
|
Diagnosa keperawatan
|
Tujuan
|
Intervensi
|
Rasional
|
1.
|
Gangguan
rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan iritasi mukosa lambung
|
·
Klien
terbebas dari nyeri
·
Dalam
waktu 2x24 jam rasa nyeri berkurang dengan tidak ada peradangan pada mukosa
lambung
|
·
Kaji
tingkat nyeri dan kenyamanan setelah penggunaan obat
·
Sarankan
klien untuk menghindari makanan dan minuman yang mengiritasi mukosa lambung
|
·
Nyeri tidak selalu ada tetapi bila ada
harus di bandingkan dengan gejala nyri klien sebelumnya
·
Membantu dalam membuat diagnosa dan
kebutuhan terapi
|
2.
|
Gangguan
nutrisi dari intake makanan yang kurang sekunder terhadap anoreksia dan mual
muntah
|
Tidak terjadi kekurangan nutrisi
dengan kriteria : BB stabil, diare terhenti, makanan yang di sediakan habis,
mual dan muntah berhenti
|
·
Kajian
makanan kesukaan dan tidak di sukai
·
Berikan
tindakan kenyamanan seperti oral hygiene
|
Makanan mempunyai
efek penetralisir asam, juga menghancurkan kandungan gaster.
Makan sedikit
mencegah distensi dan haluaran gastrin
|
3.
|
Gangguan
kekurangan volume cairan berhubungan dengan intake cairan yng kuran dan
output cairan yang berlebihan(muntah)
|
Kekurangan
cairan teratsi dengan kriteria :
intake dan output cairan seimbang, kadar elektrolit dalam batas normal,
mukosa lembab
|
·
Observasi
mual muntah dan diare
·
Perhatikan
input dan output cairan setiap hari.
|
Memberi
minuman secukupnya supaya kebutuhan cairan tetap terpenuhi
|
5.
Implementasi
keperawatan
Nama : sdr. A
Umur : 14 tahun
Diagnosa medis : Gastritis
No. Medrek : 00034570
No
|
Tanggal
|
Diagnosa keperawatan
|
Implementasi
|
1
|
19/08/2014
|
Rasa
nyeri pada bagian ulu hati berhubungan dengan iritasi mukosa lambung
|
·
Mengkaji
tingkat nyeri dan kenyamanan setelah penggunaan obat
·
Menyarankan
klien untuk menghindari makanan dan minuman yang mengiritasi mukosa lambung
|
2
|
20/08/2014
|
Perubahan
nutrisi dari intake makanan yang kurang sekunder terhadap anoreksia mual
muntah
|
·
Mengkaji
makanan yang di sukai dan tidak di sukai
·
Berikan
kenyamanan seperti oral hygiene
|
3
|
21/08/2014
|
Gangguan
kekurangan volume cairan berhubungan dengan masukan cairan yang kuran dan
keluaran cairan yang berlebihan (mual, muntah, diare)
|
·
Observasi
mual muntah dan diare
·
Perhatikan
input dan output cairan setiap hari.
|
6.
evaluasi
keperawatan
No. DX keperawatan
|
tanggal/waktu
|
evaluasi (SOAP)
|
1.
|
19/08/2014
|
S
: klien mengatakn nyeri pada bagian ulu hati
O
: lemah
A
: masalah teratasi sebagian
P
: lanjutkan intervensi
|
2.
|
20/08/2014
|
S
: klien mengatakan mual dan muntah berhenti
O
: keluarga pasien terlihat tenang
A
: masalah teratasi
P
: intervensi di hentikan
|
3.
|
21/08/2014
|
S
: pasien mengeluh diare
O
: T : 36°c
P : 2x permenit
R : 20x permenit
S : 100/70 mmhg
A
: masalah teratasi
P
: lanjutkan tindakan keperawatan
|
7.
Catatan
Perkembangan
No. Dx keperawatan
|
Tanggal/waktu
|
Implementasi
|
Evaluasi
|
1.
|
19/08/2014
|
·
Mengkaji
tingkat nyeri dan kenyamanan setelah penggunaan obat
·
Menyarankan
klien untuk menghindari makanan dan minuman yang mengiritasi mukosa lambung
|
S
: klien mengatakn nyeri pada bagian ulu hati
O
: lemah
A
: masalah teratasi sebagian
P
: lanjutkan intervensi
|
2.
|
20/08/2014
|
·
Mengkaji
makanan yang di sukai dan tidak di sukai
·
Berikan
kenyamanan seperti oral hygiene
|
S
: klien mengatakan mual dan muntah berhenti
O
: keluarga pasien terlihat tenang
A
: masalah teratasi
P
: intervensi di hentikan
|
3.
|
21/08/2014
|
·
Observasi
mual muntah dan diare
·
Perhatikan
input dan output cairan setiap hari
|
S
: pasien mengeluh diare
O
: T : 36°c
P : 2x permenit
R : 20x permenit
S : 100/70 mmhg
A
: masalah teratasi
P
: lanjutkan tindakan keperawatan
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar