Jumat, 31 Oktober 2014

contoh laporan magang keperawatan GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN AKIBAT GASTRITIS



ASUHAN KEPERAWATAN PADA SDR. A
DENGAN GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN
 AKIBAT GASTRITIS DIRUANG
YUDHA RUMAH SAKIT TINGKAT III CIREMAI - CIREBON







DISUSUN OLEH :

DIAN NOVIANTI
NIS : 1213152447

YAYASAN PONDOK PESANTREN AR-RAHMAT SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN AR-RAHMAT JL.WERAGATI SELATAN DESA WERAGATIKEC. PALASAH KAB. MAJALENGKA : 45455














BAB I
TINJAUAN TEORITIS

A.    Definisi
Gastritis adalah peradangan lokal atau menyebar pada mukosa lambung yang berkembang apabila mekanisme protektif mukosa di penuhi dengan bakteri atau bahan iritasi lain. (reevers, lockhart 2001).
Gastritis adalah peradangan mukosa lambung yang dapat bersifat akut, kronik, difusi atau local(silvia, 1995)
Gsatritis adalah inflamasi mukosa lambung yang di akibatkan oleh diet tidak benar, atau makanan yang mengandung mikrooganisme penyebab penyakit (bruner and sudart) 2001).

B.     Ekologi
Gastritis dapat timbul tanpa di ketahui penyebabnya. Penyebab yng sering di jumpai antara lain :
Ø  Penggunaan obat analgetik – anti inflamasi terutama aspirin
Ø  Merokok
Ø  Mengkonsumsi alcohol
Ø  Refleksi usus lambung
Ø  Diet tidak benar
Ø  Stress fisik

C.    Patofisiologi
Bahan-bahan makanan, minuman, obat maupun zat kimia yang masuk kedalam lambung menyebabkan iritasi atau erosi pada mukosanya sehingga lambung kehilangan barrier (pkelindung). Selanjutnya terjadi peningkatan difusi balik ion, hydrogen.
Gangguan difusi pada mukosa dan peningkatan sekresi asam lambung yang meningkat atau banyak, kemidian menginvasi mukosa lambung dan terjadilah reaksi peradangan. Inilah yang si sebut gastritis. Respon mukosa lambung kebanyakan penyebab iritasi tersebut adalah dengan regenerasi mukosa. Karena itu gangguan-gangguan tersebut seringkali menghilang dengan sendirinya. Dengan iritasi yang terus-menerus, jaringan menjadi meradang dan dapat terjadi pendarahan.
Masuknya zat-zat seperti asam dan basa kuat yang bersifat korosif mengakibatkan peradangan dan nekrosif pada dinding lambung. Nekrosis dapat mengakibatkan perforasi dinding lambung dengan akibat berikutnya pendarahan dan peritonitis. Hilangnya mukosa lambung akan mengakibatkan berkurangnya sekresi lambung dan timbulnya anemia pernisiosa.

D.    Klasifikasi Gastritis
Gastritis menurut jenisnya terbagi menjadi 2 (dua), yaitu :
1)      Gastritis akut
Gastritis (inflamasi mukosa lambung) paling sering di akibatkan oleh kesembronoan diit, misalnya makan terlalu banyak, terlalu cepat makan, makanan yang terlalu banyak bumbu, atau makanan yang terinfeksi. Gastritis akut merupakan kelainan klinis akut yang jelas penyebabnya dengan dan gejala khas, biasanya di temukan sel inflamasi akut dan neutrofil.
2)      Gastritis kronik
Gastritis kronik merupakan suatu peradangan bagian permukaan mukosa lambung yang berkepanjangan yang di sebabkan oleh ulkus dan berhubungan dengan Helieobater pylori.

E.     Tanda Dan Gejala
Tanda dan gejala dari gastritis adalah :
1)      Gastritis akut : mual dan muntah, nyeri epigastrium, muntah darah nyeri tekan yang ringan pada epigastrium.
2)      Gastritis kronik : nyeri ulu hati, anoreksia, nausea, anemia, nyeri tekan kpada epigastrium, cairan lambung terganggu, kadar gastrin serum tinggi, rasa pedih sebelum atau sesudah makan dan kadang mulut terasa asam.

F.     Piñatalaksanaan / Pengobatan
ü  Tirah baring
ü  Pemberian perangsang lunak dan tidak merangsang mual dan muntah
ü  Pemberian anti biotic untuk penanganan factor penyebab
ü  Makanan cair untuk penderita yang mengalami erosi dan perdarahan sedikit
ü  Pengaturan diet
ü  Pemberian anti spasmodic

G.    Komplikasi
1)      Perdarahan saluran cerna atas, hingga anemia dan kematian
2)      Ulkus pada lambung
3)      Perforasi lambung
4)      Gangguan penyerapan vitamin B12 karena ataropi lambung dan akan terjadi anemia pernisiosa.
5)      Gangguan penyerapan zat besi
6)      Penyempitan daerah fillorus
7)      Kanker lambung.

























BAB II
TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN PADA SDR. A
 DENGAN GANGGUAN
 SISTEM PENCERNAAN AKIBAT GASTRITIS
DIRUANG YUDHA RUMAH SAKIT TINGKAT III CIREMAI-CIREBON

1.      Pengkajian
a.       Identitas pasien
Nama                                 : Sdr. A
Umur                                 : 14 tahun
Jenis kelamin                     : laki-laki
Agama                               : Islam
Pendidikan                                    : Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Pekerjaan                           : Pelajar
Tanggal masuk                  : 19 Agustus 2014
Tanggal pengkajian           : 20 Agustus 2014
No. Merk                           : 000034570
Diagnose medis                 : Gastritis
Alamat                              : Jl. Oto Iskandardinata Rt 02/01 Desa Pegagan
  Kec. Palimanan Kab. Cirebon
b.      Identitas Penanggung jawab
Nama                                 : Tn. D
Umur                                 : 46 Tahun
Jenis kelamin                     : Laki-laki
Agama                               : Islam
Pendidikan                                    : SLTA
Pekerjaan                           : TNI AD
Hub. Dengan pasien          : Ayah Kandung



c.       Keluhan utama
Ayah klien mengatakan bahwa klien mengalami mual muntah.

d.      Riwayat kesehatan sekarang
Sdr. A masuk ke rumah sakit ciremai-cirebon pada tanggal 19 Agustus 2014 dengan keluhan utama mual dan muntah, serta perut terasa perih. Mual dan muntah muncul berawal dari kebiasaan klien yang sering mengkonsumsi makanan yang dapat meningkatkan asam lambung seperti makanan yang asam dan pedas. Dari itu klien mulai merasa mual dan perih di perutnya dan merasa nyeri tekan pada bagian epigasstrium. Dengan skala nyeri 2 (ringan, sedang, berat).

e.       Riwayat kesehatan dahulu
Orang tua klien mengatakan bahwa dulu klien belum pernah mengalami penyakit seperti sekarang ini sebelumnya, namun penyakit yang di alami oleh sdr.A (klien) pernah juga di alami oleh ibunya.

f.       Riwayat kesehatan keluarga
Klien adalah anak kedua dari dua bersaudara dan riwayat keluarga di katakana bahwa penyakit yang sama pernah juga di alami oleh ibunya.















·         Genogram
keterangan :
  : laki-laki                                           : garis keturunan                      : klien
  : perempuan                                       : tinggal serumah

g.      Data psikosial
Ojrang tua klien mengatakan bahwa klien merupakan pribadi yang aktif dan dapat berinteraksi dengan baik saat bersama teman seusianya di rumah.
Dan orang tua klien mengatakan bahwa klien cenderung pendiam dan tidak dapat berinteraksi dengan baik saat di rumah sakit.

h.      Data spiritual
Klien merasa beban yang di deritanya mulai berkurang setelah berdoa dan beribadah kepada Allah SWT.







i.        Aktivits kehidupan sehari-hari
Kegiatan
Dirumah
Di rumah sakit

a.       Makan
-          Frekuensi
-          Jumlah
-          Jenis

3x perhari
1 porsi
Nasi

2x perhari
½ porsi
Bubur

b.      Minum
-          Frekuensi
-          Jumlah
-          Jenis

5x perhari
8 gelas
Air putih

4x perhari
<8 gelas
Air putih

c.       Personal hygiene
-          Mandi
-          Menggosok gigi
-          Mencici rambut
-          Menggunting kuku

2x sehari
2x sehari
2x perminggu
2x perminggu

1x sehari
1x sehari
1x 3 hari
1x seminggu

d.      Istirahat-tidur
-          Kebiasaan sebelum tidur
-          Waktu
-          Lama tidur

Nonton TV
Pkl. 21.00 wib
8 jam

Berdoa
Pkl. 22.  Wib
7 jam

e.       Elimninasi
-          BAK
-          BAB

3x perhari
1-2x perhari

1x perhari
1x perhari

f.       Rekreasi
-          Rekreasi
-          Olahraga

-
1x perminggu

-
-

g.      Kebiasaan/ketergantungan
-          Alcohol
-          Obat-obatan
-          Rokok
-          Kopi


Tidak mengkonsusmi
-
Tidak mengkonsusmi

Tidak mengkonsusmi


Tidak mengkonsusmi
Mengkonsmsi
Tidak mengkonsusmi

Tidak mengkonsusmi
j.        Data pemeriksaan umum
1.      Pemeriksaan fisik
Penampilan                                : bersih
Kesadaran                                  : composmentis (sadar penuh)
Berat badan                               : 40kg
Tinggi badan                              : 160 cm
Tekanan darah                           : 100/70 mmhg
Respirasi                                    : 20x/menit
Nadi                                           : 82x/menit
Suhu tubuh                                : 36° c

2.      Kepala
Bentuk kepala                            : oval
Kelainan                                     : tidak ada
Keadaan rambut                                    : bersih, lebat
Kulit kepala                               : bersih

3.      Mata
Sclera                                         : normal, anemis
Konjungtiva                               : normal
Kornea                                       : normal
Lensa                                         : normal
Pupil                                           : normal
Reflek cahaya                            : normal
Kelainan                                     : tidak ada

4.      Telinga
Fungsi pendengaran                   : berfungsi
Bentuk                                       : simetris kanan dan kiri
Serumen                                     : tidak ada
Test garputala                            : -
Kelainan                                     : tidak ada
5.      Hidung
Fungsi penciuman                      : berfungsi
Bentuk                                       : simetris
Serumen                                     : tidak ada
Kelainan                                     : tidak ada

6.      Mulut
Fungsi pengecapan                    : berfungsi
Kebersihan gigi                          : bersih
Mukosa bibir                              : lembab

7.      Leher
Kelenjar betah bening                : -
Kelenjar tyroid                           : -
Pergerakan leher                        : normal

8.      Dada
Bentuk                                       : simetris
Suara nafas                                : normal
Frekuensi nafas                          : regular
Nyeri                                          : -
Kelainan                                     : tidak ada

9.      Punggung
Bentuk                                       : simetris
Kelainan                                     : tidak ada
10.  Abdomen
Bising usus                                 : -
Kelainan                                     : nyeri tekan pada bagian epigastrium

11.  Genitalia
Bentuk                                       : -
Kebersihan                                 : -
Pembengkakan                           : -
Lesi                                            : -
Kelainan                                     : tidak ada
12.  Anggota gerak atas dan bawah
Reflek trisep                              : normal
Reflek bisep                               : normal
Reflek patella                             : normal
Reflek babynski                         : normal
Kelainan                                     : tidak ada
13.  Kulit
Warna kulit                                : coklat
Tekstur kulit                               : lembut

14.  Pemeriksaan diagnosis
a.       Labolatorium
Jenis pemeriksaan
Hasil
Nilai normal
HERMATOLOGI DARAH RUTIN


Haemoglobin
Leukosit
Erytrosit
Haematokrit
Thrombosit
13,8 gr %
11,2 ribu /mm³
4,19 juta /mm³
43,2 %
313 ribu/mm³
Pria 14-8 gr %
4,0-10,0 ribu/mm³
Pria 4,3 juta /mm³
Pria 40-48 %
150-390 ribu/mm³

15.  Penatalaksanaan
Therafi obat-obatan
Dosis
Ranitidine
Ordancentran
Scopamin
Hucral syr
2x1 perhari
2x1 perhari
3x1 amp
3x







2.      Analisa data
No
Data fokus
Etiologi
Masalah
1.
DO

DS
Nyeri tekan pada daerah ulu hati

Klien mengatakan ulu hatinya terasa nyeri saat di tekan
Penumpukan zat kimia

Iritasi mukosa lambung


Nyeri tekan
Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan iritasi mukosa lambung
2.
DO

DS
Hilang selera makan

Keluarga klien mengatakan DS tidak mau makan
Mual


Perubahan nutrisi

Hilang selera makan
Gangguan nutrisi dari intake makanan yang kurang sekunder terhadap anoreksia dan mual muntah
3.
DO

DS
Lemah

Klien mengatakan bahwa tubuhnya terasa lemh
Muntah


Anemia pernisiosa
Gangguan kekurangan volume cairan berhubungan dengan intake cairan yng kuran dan output cairan yang berlebihan(muntah)

3.      Diagnosa keperawatan
1.      Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan iritasi mukosa lambung
2.      Gangguan nutrisi dari intake makanan yang kurang sekunder terhadap anoreksia dan mual muntah
3.      Gangguan kekurangan volume cairan berhubungan dengan intake cairan yng kuran dan output cairan yang berlebihan(muntah)

4.      Rencana asuhan keperawatan
Nama                           : sdr. A
Umur                           : 14 tahun
Diagnosa medis           : gastritis
No. Medrek                 : 00034570

No
Diagnosa keperawatan
Tujuan
Intervensi
Rasional
1.
Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan iritasi mukosa lambung

·         Klien terbebas dari nyeri
·         Dalam waktu 2x24 jam rasa nyeri berkurang dengan tidak ada peradangan pada mukosa lambung
·         Kaji tingkat nyeri dan kenyamanan setelah penggunaan obat
·         Sarankan klien untuk menghindari makanan dan minuman yang mengiritasi mukosa lambung
·        Nyeri tidak selalu ada tetapi bila ada harus di bandingkan dengan gejala nyri klien sebelumnya
·       Membantu dalam membuat diagnosa dan kebutuhan terapi
2.
Gangguan nutrisi dari intake makanan yang kurang sekunder terhadap anoreksia dan mual muntah
Tidak terjadi kekurangan nutrisi dengan kriteria : BB stabil, diare terhenti, makanan yang di sediakan habis, mual dan muntah berhenti
·         Kajian makanan kesukaan dan tidak di sukai
·         Berikan tindakan kenyamanan seperti oral hygiene
Makanan mempunyai efek penetralisir asam, juga menghancurkan kandungan gaster.
Makan sedikit mencegah distensi dan haluaran gastrin
3.
Gangguan kekurangan volume cairan berhubungan dengan intake cairan yng kuran dan output cairan yang berlebihan(muntah)
Kekurangan cairan teratsi dengan kriteria  : intake dan output cairan seimbang, kadar elektrolit dalam batas normal, mukosa lembab
·         Observasi mual muntah dan diare
·         Perhatikan input dan output cairan setiap hari.
Memberi minuman secukupnya supaya kebutuhan cairan tetap terpenuhi


5.      Implementasi keperawatan
Nama                                 : sdr. A
Umur                                 : 14 tahun
Diagnosa medis                 : Gastritis
No. Medrek                       : 00034570

No
Tanggal
Diagnosa keperawatan
Implementasi



1



19/08/2014
Rasa nyeri pada bagian ulu hati berhubungan dengan iritasi mukosa lambung
·         Mengkaji tingkat nyeri dan kenyamanan setelah penggunaan obat
·         Menyarankan klien untuk menghindari makanan dan minuman yang mengiritasi mukosa lambung

2

20/08/2014
Perubahan nutrisi dari intake makanan yang kurang sekunder terhadap anoreksia mual muntah
·         Mengkaji makanan yang di sukai dan tidak di sukai
·         Berikan kenyamanan seperti oral hygiene

3

21/08/2014
Gangguan kekurangan volume cairan berhubungan dengan masukan cairan yang kuran dan keluaran cairan yang berlebihan (mual, muntah, diare)
·         Observasi mual muntah dan diare
·         Perhatikan input dan output cairan setiap hari.

6.      evaluasi keperawatan

No. DX keperawatan
tanggal/waktu
evaluasi (SOAP)
1.
19/08/2014
S : klien mengatakn nyeri pada bagian ulu hati
O : lemah
A : masalah teratasi sebagian
P : lanjutkan intervensi
2.
20/08/2014
S : klien mengatakan mual dan muntah berhenti
O : keluarga pasien terlihat tenang
A : masalah teratasi
P : intervensi di hentikan
3.
21/08/2014
S : pasien mengeluh diare
O : T : 36°c
       P : 2x permenit
       R : 20x permenit
       S : 100/70 mmhg
A : masalah teratasi
P : lanjutkan tindakan keperawatan

7.      Catatan Perkembangan

No. Dx keperawatan
Tanggal/waktu
Implementasi
Evaluasi
1.
19/08/2014
·         Mengkaji tingkat nyeri dan kenyamanan setelah penggunaan obat
·         Menyarankan klien untuk menghindari makanan dan minuman yang mengiritasi mukosa lambung
S : klien mengatakn nyeri pada bagian ulu hati
O : lemah
A : masalah teratasi sebagian
P : lanjutkan intervensi

2.
20/08/2014
·         Mengkaji makanan yang di sukai dan tidak di sukai
·         Berikan kenyamanan seperti oral hygiene
S : klien mengatakan mual dan muntah berhenti
O : keluarga pasien terlihat tenang
A : masalah teratasi
P : intervensi di hentikan
3.
21/08/2014
·         Observasi mual muntah dan diare
·         Perhatikan input dan output cairan setiap hari
S : pasien mengeluh diare
O : T : 36°c
       P : 2x permenit
       R : 20x permenit
       S : 100/70 mmhg
A : masalah teratasi
P : lanjutkan tindakan keperawatan





Tidak ada komentar:

Posting Komentar