Rabu, 05 November 2014

CONTOH SKRIPSI BAHASA ARAB Perbandingan Hasil tes tulis dengan Tes lisan pada keterampilan membaca dalam mata pelajaran bahasa Arab



BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa yang digunakan oleh jutaan manusia di dunia sebagai alat komunikasi mereka. Dan Pada saat ini, bahasa Arab mengalami perkembangan yang pesat seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin maju. Bahkan, bahasa ini juga dianggap sebagai bahasa keempat di PBB (perserikatan Bangsa-bangsa) sesudah Mandarin,Spanyol, English, dan Urdu.
Menilik pada Perkataan Ibnu Taimiyah bahwa sesungguhnya bahasa Arab merupakan sebagian dari agama, dan mengetahui-nya merupakan suatu kewajiban bagi umat islam.Maka, sesungguhnya memahami Al-qur’an dan sunahnya  adalah wajib dan kita tidak memahaminya kecuali dengan bahasa Arab.(Abdul Hamid, 2010:4). Dari perkataan tersebut sudah jelas bahwa bahasa Arab adalah bagian dari agama khususnya agama islam dimana contoh kecilnya kita mengetahui bacaan sholat dengan menggunakan bahasa Arab.
Disamping itu, selain sebagai bahasa komunikasi, Al-Qur’an merupakan undang-undang yang mulya bagi umat Islam dan mempelajarinya merupakan suatu kewajiban bagi kita selaku umat islam karena Al-qur’an merupakan kalamullah allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. Seperti dalam firman Allah Swt:“Dan kami telah menurunkan Al Qur’an berbahasa arab agar kalian memahaminya”. [Surat Yusuf : 2]. Dengan demikian, Untuk memahami Al-qur’an tersebut maka mau tidak mau kita harus mempelajari bahasa Arab.
Dalam dunia pendidikan, kurikulum merupakan penjabaran dari tujuan pendidikan yang menjadi landasan program pembelajaran. Proses pembelajaran merupakan upaya yang dilakukan guru untuk mencapai tujuan yang dirumuskan dalam kurikulum tersebut. Dan penilaian merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan untuk mengukur dan menilai tingkat pencapaian kurikulum. Selain itu, penilaian juga digunakan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan yang ada dalam proses pembelajaran, sehingga dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan, apakah proses pembelajaran sudah baik atau masih memerlukan perbaikan dan penyempurnaan.
Seorang guru dapat dikatakan profesional jika ia telah menguasai ketiga dimensi tersebut yakni penguasaan kurikulum yang termasuk di dalamnya penguasaan materi, metode, dan penguasaan penilaian. Maka, dalam hal ini, guru dituntut untuk dapat menguasai ketiga dimensi tersebut karena apabila guru memiliki kelemahan dalam satu dimensi saja, tentunya hasil belajar akan kurang optimal. Dengan demikian, bahwa dalam proses kegiatan pembelajaran kewajiban seorang guru bukan hanya menyampaikan materi akan tetapi juga harus mengadakan sebuah evaluasi.
Dalam pembelajaran sebagai suatu sistem evaluasi merupakan salah satu komponen penting dan tahap yang harus ditempuh oleh guru untuk mengetahui keefektifan pembelajaran. Hasil yang diperoleh dari evaluasi dapat dijadikan balikan(feed-back) bagi guru dalam memperbaiki dan menyempurnakan program dan kegiatan pembelajaran.(Zainal Arifin, 2009:1). Oleh karena itu, evaluasi merupakan bagian kegiatan yang harus dilaksanakan oleh guru untuk mencapai keberhasilan dalam kegiatan proses pembelajaran, selain adanya kurikulum yang cocok dan proses pembelajaran yang benar perlu juga adanya evaluasi yang baik dan terencana.
Menurut faaruq abdul salam yang telah dikutif oleh Aurel bahrudin (2011:197) bahwa Dalam pembelajaran bahasa Arab Evaluasi ialah memberikan nilai, dan memperbaiki suatu pencapaian. Dalam pendidikan guru memberikan evaluasi terhadap siswa-siswinya yakni dengan memberikan nilai yang sesuai dengan kemampuan yang dicapainya yang pada umumnya mencakup penilaian pada aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Karena Keberhasilan proses belajar mengajar di kelas dapat dilihat dari sejauh mana penguasaan kompetensi yang telah dikuasai oleh seluruh siswa di kelas itu. karena Pada dasarnya hasil belajar siswa dapat dinyatakan dalam tiga aspek, yang biasa disebut dengan domain atau ranah, yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Dalam  proses  pengajaran, tes merupakan alat yang digunakan untuk mengetahui  tercapai atau tidaknya suatu standar kompetensi yang telah dipelajari oleh siswa  di setiap pembelajaran. Hal tersebut senada dengan pendapat ahli yang mengatakan bahwa tes merupakan alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dengan cara dan aturan-aturan telah ditentukan. Selain itu, terdapat juga istilah teknik tes yakni suatu teknik dalam evaluasi yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan mempergunakan alat tes. (Mulyadi, 2010: 56).
Heaton dalam Abdul al-Kholiq (1989:31) berpendapat bahwa Pada hakikatnya Tes dan pembelajaran bahasa adalah dua hal yang berkaitan dan sulit memisahkannya, karena kedua hal tersebut saling berkaitan. Terkadang tes bahasa telah menjadi instrumen penting dalam meningkatkan proses pembelajaran dan meningkatkan motivasi siswa dalam belajar, serta menjadi saranab control dan evaluasi terhadap proses berbahasa siswa. Oleh karena itu, Tes bahasa dirancang dan dilaksanakan untuk memperoleh informasi mengenai hal ihwal yang berkaitan dengan keefektifan pengajaran bahasa yang dilakukan. Selain itu, juga tes dapat digunakan sebagai media evaluasi dalam pembelajaran bahasa.
sebagai alat ukur hasil belajar siswa dapat dikatakan valid jika memenuhi berbagai persyaratan yang harus dipenuhi yakni diantaranya yaitu memiliki validitas, reliabilitas, objektifitas, praktibilitas dan ekonomis. (suharsimi Arikunto, 2011: 57-58).
Dalam konteks pembelajaran bahasa Arab di lembaga pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi idealnya memungkinkan siswa Tes menguasai empat keterampilan bahasa Arab yaitu: keterampilan mendengar bahasa Arab, keterampilan berbicara bahasa Arab, keterampilan membaca bahasa Arab, dan keterampilan menulis bahasa Arab.( Abdul Hamid, 2010: 41). Adapun kemampuan membaca merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting untuk dikuasai. Karena, dalam pembelajaran bahasa secara umum, termasuk bahasa Arab urgensi keterampilan membaca tidak dapat diragukan lagi, sehingga pengajaran membaca merupakan salah satu kegiatan mutlak yang harus diperhatikan. Demikian halnya dengan pelaksanaan tes kemampuan membaca dimana, tes ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kemampuan membaca, mengukur pertumbuhan dan perkembangan kemampuan membaca, serta mengetahui hasil pengajaran bahasa tersebut. Maka dalam bentuk tesnya dapat dilakukan dengan dua bentuk tes yakni dengan tes tulis dan tes lisan.
Tes tulis merupakan bentuk tes yang jawabannya memerlukan secara tertulis sedangkan tes lisan merupakan bentuk tes yang item jawabannya memerlukan secara lisan. Dalam pelaksanaanya bentuk tes tulis dapat dilakukan dengan berbagai macam baik yang  objektif maupun subjektif. Begitu pula dengan tes lisan. 
Dalam mata pelajaran bahasa Arab tuntutan bagi seorang pendidik dalam hal mengevaluasi keberhasilan siswa dapat dilakukan dengan  menggunakan teknik tes tertulis dan tes lisan. Hal ini, berdasarkan  SKL mata pelajaran pendidikan agama islam dan bahasa Arab, dimana terdapat Kompetensi Dasar selain dengan menggunakan tes tertulis diperlukan juga tes lisan. Namun pada Realitanya di lapangan menunjukkan bahwa salah satu guru pengampu bahasa Arab hanya menggunakan tes tulis saja tanpa menggunakan tes lisan. Padahal dalam kompetensi dasar, khususnya pada keterampilan membaca jelas tidak hanya cukup dengan bentuk tes tulis saja akan tetapi diperlukan juga dengan menggunakan tes lisan karena, pada tes lisan siswa benar – benar dituntut untuk menjawab soal itu secara individu, sehingga guru dapat mengetahui kemampuan siswa secara langsung. Selain itu dengan tes lisan dapat membiasakan siswa untuk berlatih berbicara bahasa Arab. Namun tes lisan sering dipandang menyulitkan dan memakan waktu banyak.
MTs Bina cendekia Cirebon merupakan salah satu lembaga formal dibawah naungan Kementrian Agama Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 1978 yang berisi tentang Peraturan Rekontruksi Sekolah yang berada di bawah naungan Agama Republik Indonesia. Karena sekolah ini berbasis islam sehingga terdapat pelajaran agama. Salah satunya adalah mata pelajaran bahasa Arab. Berdasarkan penelitian awal yang telah dilakukan melalui tes imla sebagian siswa yang belum bisa menulis mereka kesulitan dalam mengerjakan tes tersebut. Namun disamping itu, sebagian mereka juga lebih suka diberikan tes imla.
Dengan adanya fakta diatas penulis tertarik untuk meneliti hasil belajar dengan menggunakan permainan huruf hilang  yaitu tes tertulis yang menuntut siswa untuk memberikan jawaban secara tertulis. Dengan diadakannya dua bentuk tes tersebut diharapkan dapat mengetahui perbedaan kedua bentuk tes tersebut berdasarkan hasil belajar yang sudah dilaksanakan untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Arab di MTs Negeri Cirebon II. Maka dalam hal ini penulis mengambil judul yaitu “Perbandingan Hasil tes tulis dengan Tes lisan pada keterampilan membaca dalam mata pelajaran bahasa Arab Di MTs Negeri Cirebon II ”.

B.       Perumusan Masalah
Untuk memperoleh rumusan masalah tersebut dapat dilakukan melalui beberapa tahap sebagai berikut:
1.        Identifikasi Masalah
a.       Wilayah Penelitian
Wilayah yang digunakan dalam penelitian ini adalah evaluasi pembelajaran bahasa Arab.
b.      Pendekatan Penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan empirik yaitu pendekatan yang diperoleh secara langsung pada objek penelitian dengan melakukan studi lapangan.
c.       Jenis masalah
Jenis masalah yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah tentang perbandingran hasil tes tulis dengan tes lisan pada keterampilan membaca dalam mata pelajaran bahasa Arab di MTs Negeri Cirebon II pada bahasan pokok Al-unwan di kelas VII semester genap, tahun pelajaran 2013/2014.
2.        Batasan Masalah
Untuk menghindari kesalahpahaman dalam menghadapi permasalahan maka, penulis membatasi penelitian ini pada:
a.       Perbandingan yakni perbedaan antara satu variable dengan yang lainnya. Kaitan dalam penelitian ini adalah tentang perbandingan hasil tes tulis dengan tes lisan pada keterampilan membaca dalam mata pelajaran bahasa Arab.
b.      Jenis evaluasi dalam penelitian ini adalah evaluasi formatif yaitu evaluasi yang dilaksanakan ditengah satuan waktu pembelajaran setelah beberapa satuan materi pembelajaran diselesaikan guna mencari tahu sejauh mana siswa sudah menguasai tujuan kompetensi dasar yang telah ditetapkan.
c.       Teknik evaluasi dalam penelitian ini adalah teknis tes yakni bentuk tes tulis dan tes lisan.
d.      Bentuk tes tulis dalam penelitian ini adalah bentuk tes pilihan ganda dan essai terbatas. Tes pilihan ganda adalah soal tes yang memungkinkan untuk memilih salah satu jawaban yang benar dari sekumpulan jawaban yang telah disediakan. sedangkan tes essai terbatas adalah tes uraian yang butir soalnya memiliki sehimpunan jawaban dengan rumusan yang relative lebih pasti sehingga dapat dilakukan penskoran secara objektif.
e.       Bentuk Tes  lisan dalam penelitian ini adalah tes lisan berpedoman yaitu tes  yang dilakukan oleh seorang pendidik dengan menggunakan pedoman yang dipersiapkan secara tertulis tentang apa yang akan ditanyakan kepada peserta didik.
f.       Hasil tes yang akan diteliti adalah hasil tes siswa yang menggunakan evaluasi tes tulis dan tes lisan pada keterampilan membaca dalam mata pelajaran bahasa Arab.
g.      Pada penelitian ini yang menjadi pokok bahasan dibatasi terhadap materi kelas VII pokok bahasan Al-Unwan pada keterampilan membaca di MTs Negeri Cirebon II.
3.        Definisi Operasional
Hasil tes yang dimaksud adalah hasil atau nilai yang dicapai siswa setelah melakukan proses pembelajaran yang diketahui melalui seberapa besar peningkatan hasil belajar antara sebelum dan sesudah pembelajaran dilakukan.
Keterampilan yang dimaksud adalah keterampilan bahasa yang terdiri dari empat keterampilan yaitu keterampilan menyimak, berbicara membaca dan menulis. Maka yang dimaksud dalam penelitian in adalah keterampilan membaca yaitu salah satu keterampilan yang melibatkan kegiatan berpikir, menilai, menganalisis, memahami, memecahkan masalah dan sebagainya.
Tes tulis merupakan salah satu bentuk tes yang susunannya terdiri atas item-item pertanyaan yang masing-masing mengandung permasalahan dan menuntut jawaban (respon) siswa secara tertulis.
Tes lisan merupakan sekumpulan item pertanyaan atau pernyataan yang disusun secara terencana yang diberikan oleh seorang guru kepada para siswanya tanpa melalui media tulis.
4.        Pertanyaan Penelitian
a.       Bagaimana hasil tes yang menggunakan tes tulis pada keterampilan membaca dalam mata pelajaran bahasa Arab di kelas VII MTs Negeri Cirebon II ?
b.      Bagaimana hasil tes yang menggunakan tes lisan pada keterampilan membaca dalam mata pelajaran bahasa Arab di kelas VII MTs Negeri Cirebon II ?
c.       Seberapa besar perbedaan hasil tes yang menggunakan tes tulis dengan tes lisan pada keterampilan membaca dalam mata pelajaran bahasa Arab di kelas VII MTs Negeri  Cirebon II?

5.        Hipotesa
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan penelitian telah dinyatakan dalam dalam bentuk pertanyaan. (sugiyono, 2012: 96).dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta yang empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data.
Berdasarkan hal diatas, maka dapat diambil perumusan hipotesis pada penelitian ini yaitu:
Ha = Ada perbedaan hasil tes yang menggunakan teknik evaluasi tes tulis dengan tes lisan pada keterampilan membaca dalam mata pelajaran bahasa Arab..
Ho = Tidak ada perbedaan hasil tes yang menggunakan teknik evaluasi tes lisan dengan tes tulis pada keterampilan membaca dalam mata pelajaran bahasa Arab.

C.      Tujuan dan manfaat penelitian
1.        Tujuan
a.         Mengetahui hasil tes yang menggunakan tes tulis pada mata pelajaran bahasa Arab.
b.         Mengetahui hasil tes yang menggunakan tes lisan dalam mata pelajaran bahasa Arab.
c.         Mengkaji perbedaan yang signifikan yang dicapai siswa dalam mata pelajaran bahasa Arab antara siswa yang menggunakan tes tulis bentuk uraian terbatas dengan siswa yang menggunakan tes lisan.
2.        Manfaat
Hasil Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat sebagai berikut:
a.       Bagi peneliti: dapat menambah wawasan pengetahuan dan memberikan motivasi untuk menerapkan metode evalusi yang tepat dalam pelaksanaan pembelajaran.
b.      Bagi guru: dapat memberikan sumbangan pemikiran serta informasi tentang bentuk tes yang lebih efektif yang bisa digunakan oleh guru dari kedua macam bentuk tes tersebut.
c.       Bagi siswa: dapat memotivasi siswa untuk lebih giat dalam belajar, sehingga dapat mengjawab pertanyaan tes tulis maupun tes lisan.
d.      Bagi lembaga terkait: dapat memberikan informasi tentang alternatif penggunan tes tulis dengan tes lisan sebagai salah satu alat evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab dalam upaya penigkatan hasil belajar siswa.

D.      Metodologi Penelitian
1.        Sasaran dan waktu penelitian
a.       Tempat Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di MTs Negeri Cirebon II yang bertempat di jalan Otto Iskandardinata,( belakang polres ) weru, Plered Kabupaten Cirebon.
b.      Waktu Penelitian
Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan terhitung mulai tanggal 30 April sampai 2 juni 2014.
2.        Metode dan Desain Penelitian
a.       Metode Penelitian
Metode atau pendekatan penelitian tentangPerbandingan hasil tes tulis dengan tes lisan pada keterampilan membaca dalam pembelajaran bahasa Arab pada pokok bahasan materi Al-unwan di Mts Negeri Cirebon II maka pendekatan yang tepat digunakan adalah pendekatan kuantitatif, dimana dilakukan dengan media pengamatan, wawancara, serta analisis data.di Mts Negeri Cirebon II.
b.      Desain penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah terdapat 3 variabel yang akan diteliti dalam penelitian ini. Variabel pertama sebagai variabel bebas (X1) adalah menggunakan tes tulis dan variabel kedua sebagai variabel bebas kedua (X2) yang menggunakan tes lisan. Serta variabel selanjutnya adalah variabel terikat (Y) adalah hasil tes pada keterampilan membaca dalam mata pelajaran bahasa Arab.
Berdasarkan uraian diatas, maka desain penelitian pre-test dan postest group desain dengan pola sebagai berikut
Kelompok I : O1 X1  O2
Kelompok II : O3 X2  O4
Keterangan:
O1 : pre-test pada kelompok I
O2 : pos-test pada kelompok I
O3 : pre-test pada kelompok 2
O4 : pos-test pada kelompok 2
X1 : treatmen (perlakuan ) pada kelompok I
X2 : treatmen (perlakuan ) pada kelompok I
Dalam hal ini dilihat perbedaan pencapaian antara kelompok I (O2
– O) dengan pencapaian kelompok II (O4 – O3) (Sugiyono, 2012 : 112).
3.        Populasi dan sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa di sekolah MTs Negeri  Cirebon II. Dan sampel adalah bagian dari siswa di dalamnya.
Adapun sampel penelitian yang diambil ialah pengumpulan jumlah populasi berdasarkan pendapat suharsimi arikunto yaitu: “jika sampel jumlahnya sedikit maka diambil semua. Adapun jika sampel banyak maka diambil sebagian. (suharsimi Arikunto, 2002:108).
4.        Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Observasi langsung
Dalam hal ini penggunaan observasi bertujuan untuk memperoleh data hasil belajar siswa, data kondisi objektif sekolah dan studi pendahuluan.
2.      Tes
Dalam hal ini penggunaan tes bertujuan untuk memperoleh data hasil belajar siswa yang diberikan pengajar dengan penerapan jenis tes dalam bentuk tes tulis dan tes lisan.
3.      Wawancara
Wawancara adalah cara menghimpun bahan-bahan keterangan yang dilaksanakan dengan melakukan tanya jawab lisan secara sepihak, berhadapan dan dengan arah serta tujuan yang telah ditentukan. wawancara disini untuk memperoleh data tentang siswa dan studi pendahuluan.
5.        Instumen Penelitian
Instrument  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  soal -soal  tes. Tes  ini  digunakan  untuk  mengukur  pengetahuan,  keterampilan,  kemampuan atau  intelegensi  siswa.  Bentuk  tes  yang  diberikan  adalah  bentuk  tes  tulis dan tes lisan. Tes tulis terdiri dari 15 butir soal yang terdiri dari 10 soal bentuk pilihan ganda dan 5 soal berbentuk essai terbatas sedangkan pada tes  lisan  terdiri dari 10 item soal dengan bentuk berpedoman, dan harus dikerjakan dalam waktu 80 menit.
Sebelum tes digunakan dalam penelitian, instrumen perlu di uji cobakan terlebih  dahulu.  Uji  coba  ini  dimaksudkan  untuk  mengetahui  terpenuhi  atau tidaknya syarat-syarat instrumen sebagai pengumpul data yang baik, sehingga instrumen ini dapat digunakan dalam penelitian. Pada perencanaanya, Uji coba ini akan dilakukan pada 46 siswa  yang  bukan  sampel  dalam  penelitian  ini  yaitu  kelas  yang  lebih  tinggi atau kelas yang dipastikah telah menerima materi yang di teskan.
Setelah  instrumen  diuji  cobakan,  setiap  butir  soal  dianalisis  untuk mengetahui validitas, reliabilitas, daya pembeda dan tingkat kesukaran setiap item soal.
1.         Pengujian Validitas Item Soal
Suharsimi Arikunto (2006  :  168 )  mengatakan bahwa Validitas itu adalah  suatu  ukuran  yang  menunjukan  tingkat -tingkat  kevalidan  atau kesahihan  sebuah  instrumen.  Maka  untuk  mengukur  Kevalidan  tes penelitian ini menggunakan rumus korelasi  Produk Moment dengan angka kasar yaitu:
rxy =
Keterangan:
rxy = Tingkat kevalidan
X = Nilai item soal yang akan diuji validitas
Y = Nilai siswa untuk soal yang diuji cobakan
N = Banyaknya siswa yang diuji coba.
Kriteria menunjukan derajat validitas tes
Nilai rxy
Kategori
0,90 < rxy < 1,00
Validitas sangat tinggi
0,70 < rxy < 0,90
Validitas tinggi
0,40 < rxy < 0,70
Validitas sedang
0,20 < rxy < 0,40
Validitas rendah
0,00 < rxy < 0,40
Validitas sangat rendah

2.    Pengujian Reliabilitas Item Soal
Instrumen yang digunakan berbentuk tes uraian, sehingga menurut Arikunto (2006:197) untuk menghitung reliabilitas tes dapat menggunakan rumus Alpha. Menurut Cronbach yang telah dikutif oleh M.Chatib Thoha ( 1996:138) rumus Alpha dapat digunakan untuk mengukur reliabilitas tes yang menggunakan Skala Likert (skala sikap), tes yang menggunakan bentuk essai, sehingga pengukurannya tidak menggunakan skor benar =1 dan salah =0, seperti pada bentuk obyektif, melainkan dapat menggunakan skor atau skala 1-9; 1-10 dan sebagainya. 
3.    Analisis Butir Soal
Untuk mengetahui kualitas butir soal instrumen, dilakukan analisis butir soal yaitu pada:
a.       Tingkat Kesukaran Butir Soal
b.      Daya Pembeda Butir Soal.
6.        Teknik Analisis Data
Teknik analisis data untuk penelitian ini, penulis menggunakan statistik inferensia.  Analisis  statistik  inferensia  digunakan  untuk  mengetahui  apakah ada perbedaan hasil tes siswa antara yang menggunakan tes tulis dengan tes lisan.
Adapun  analisis  statistik  inferensia  adalah  teknik  statistik  yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi  (Sugiyono,  2012  :  209).  Untuk  penelitian  ini  adalah  dengan menggunakan  uji  beda  dua  sampel  besar  yang  tidak  saling  berhubungan, karena  N    30.  Sebelum  melakukan  uji  hipotesis  dua  Sampel  besar  yang tidak saling berhubungan, maka terlebih dahulu dil akukan uji normalitas dan uji  homogenitas.  Sebelumnya  penulis  melakukan  uji  n-gain  yang  bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar. Setelah itu, hasil dari uji n -gain dipergunakan untuk menghitung uji normalitas dan uji homogenitas.

E.       Kajian terdahulu
Penelitian tentang evaluasi pembelajaran yang dilakukan penulis bukan merupakan penelitian yang pertama kali namun telah ada sebelumnya beberapa penelitian yang sejenis. Adapun hasil dari penelitian-penelitian sebelumnya diantaranya sebagai berikut:
1.        Iis Risyana (06450788) dalam judul penelitian Perbandingan Hasil Belajar siswa antara yang menggunakan tes lisan dan ter tertulis pada mata pelajaran Matematika tahun 2011 menyimpulkan bahwa terdapat hasil perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa yang menggunakan tes tulis dan yang menggunakan tes lisan. Pada kelompok 1 (tes tulis) dengan nilai rata-rata awal 24,70, sedangkan pada tes akhir 51,45 dengan n gain 0,36. Sedangkan hasil belajar siswa pada kelompok II bahwa pada tes awal ( pre-test) sebesar 29,65 sedangkan pada tes akhir (post-test) nilai rata-rata sebesar 61,11 dengn n gain  0,45.  N-gain  dari  hasil  belajar  pada  kelompok  I  dan  kelompok  II  dikategorikan sedang. Dapat disimpulkan hasil  belajar  matematika  siswa  yang  menggunakan  tes  uraian  lisan  lebih  baik dari pada yang menggunakan tes tulis.
2.        Ifrianti Dewi  dalam judul penelitian Perbandingan Hasil Belajar Matematika antara siswa yang menggunakan tes jawaban singkat dengan  tes uraian tipe terbuka  tahun 2011  menyimpulkan bahwa terdapat  perbedaan  hasil  belajar  matematika  antara  siswa  yang menggunakan  tes  jawaban  singkat  dengan  tes  uraian  tipe  terbuka.  Pada kelompok  1  (tes  jawaban  singkat)  dengan  nilai  rata-rata tes  awal  44,63, sedangkan  tes  akhir  58,76  dan  mengalami  peningkatan  sebesar  14,13. Sedangkan pada kelompok II ( tes uraian tipe terbuka) dengan nilai rata rata  tes  awal  55,23,  sedangkan  tes  akhir  61,29  dan  mengalami peningkatan sebesar 9,06.
3.        Adhy Dwi Rokhmawan (5101404032) dalam judul penelitian Perbedaan hasil belajar siswa antara tes tertulis dengan tes lisan pokok bahasan konstruksi pondasi tahun 2009, menyimpulkan bahwa terdapat Perbedaan hasil belajar antara tes tertulis dengan tes lisan. Dari hasil uji perbedaan rata-rata nilai hasil belajar pokok bahasan konstruksi pondasi dangkal antara siswa kelas X TGB-1 dan kelas X TGB-2 SMK Negeri 5 Semarang adalah t data = 3,023, Sedangkan t (0.95)(68) = 2,00. Karena t data > t (0.95)(68) maka dapat disimpulkan bahwa rata-rata kelompok eksperimen I yang diberi tes tertulis lebih baik dari pada kelompok eksperimen II yang diberi tes lisan. Dari hasil uji distribusi prosentase perbedaan nilai hasil belajar pokok bahasan konstruksi pondasi dangkal dengan menggunakan tes tertulis dan tes lisan adalah 8,50%. Berdasarkan kriteria perbedaan hasil belajar tes tertulis dengan tes lisan dalam kategori sangat rendah.
Penelitian-penelitian tersebut tidak berkaitan langsung dengan penelitian tentang evaluasi pembelajaran yang dilakukan penulis. Dalam hal ini penulis ingin melihat perbandingan hasil tes tulis dengan tes lisan pada keterampilan membaca dalam mata pelajaran bahasa Arab.
F.       Kerangka Pemikiran
Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa itu merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses belajar mengajar. Dan Pada Setiap proses belajar mengajar selalu menghasilkan hasil belajar. Untuk mengetahui hasil belajar tersebut biasanya dengan menggunakan evaluasi yang berupa tes.
Evaluasi merupakan bagian dari proses belajar mengajar yang secara keseluruhan tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar mengajar. Evaluasi adalah kegiatan yang diharuskan oleh peraturan atau undang-undang. Aturan yang mengikat tersebut termasuk pada pasal 58 ayat (1) UU RI No.20 tahun 2003 tentang sikdisnas yang menyatakan evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses kemajuan dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. (Sukardi, 2009:12).
Dilihat dari aspek fungsi evaluasi pendidikan yang dilaksanakan dalam proses belajar mengajar pada prinsipnya dapat dikelompokkan menjadi dua macam yaitu:
1.        Membantu guru dalam menentukan derajat tujuan pengajaran agar dapat dicapai.
2.        Membantu guru mengetahui keadaan yang benar dari para siswanya.
Pada fungsi pertama merupakan tujuan mendasar dari evaluasi, sedangkan pada fungsi kedua merupakan tujuan tambahan sebagai implikasi adanya evaluasi dalam proses pembelajaran.Evaluasi memegang peranan yang sangat penting dalam pengajaran. Hasil evaluasi merupakan ukuran sejauh mana keberhasilan seorang guru mengajar dan seorang siswa memahami pelajaran. Selain itu evaluasi merupakan dasar untuk guru mengetahui apakah metode yang diterapkan dalam proses belajar mengajar sudah baik atau perlu perbaikan.
Teknik pelaksanaan evaluasi sangat bervariasi, namun selama ini teknik tes yang sering digunakan oleh guru bidang studi bahasa arab adalah tes tertulis. Padahal masih ada teknik lain yang bisa digunakan untuk evaluasi yaitu tes lisan. Menurut Zainal arifin, 2011: 125) tes tulis atau sering disebut paper and pencil test adalah tes yang menuntut jawaban dari peserta didik dalam bentuk tertulis baik yang berbentuk objektif maupun yang berbentuk subjektif. dan tes ini ada yang berbentuk formal dan ada pula yang bersifat nonformal. Dalam prosesnya guru harus memperhatikan ruangan atau tempat tes itu dilaksanakan. Pada umumnya tes bahasa Arab secara tertulis dilaksanakan pada akhir pelajaran, akhir kegiatan belajar mengajar untuk satu satuan pelajaran, atau pada akhir semester.
Adapun Tes lisan sangat berguna bagi  siswa untuk melatih diri dalam mengungkapkan pendapat atau buah pikirannya secara lisan dan mengembangkan kemampuan berbicara. Dalam kegiatan belajar mengajar bahasa Arab, tes lisan sering kali dilaksanakan sebelum dan selama kegiatan tersebut berlangsung. Hal ini dimaksudkan terutama untuk mengetahui kesiapan belajar siswa dan mengecek daya serap siswa terhadap materi yang diberikan saat itu.
Pada dasarnya bentuk tes untuk teknik pelaksanaan tes tulis dan teknik pelaksanaan tes lisan  sama saja, yaitu untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari. Namun yang membedakan antara keduanya adalah dalam cara pelaksanaannya, tes tulis soal disajikan dalam lembar soal baik itu bentuk soal objektif maupun subjektif dan testi menjawab soal tersebut dalam bentuk lembar jawaban. Sedangkan tes lisan soal disajikan dalam bentuk pertanyaan yang langsung diucapkan secara lisan oleh evaluator dan testi menjawab langsung pertanyaan yang diberikan evaluator secara lisan pula.
Adapun yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah membandingkan hasil tes tulis dan tes lisan pada keterampilan membaca dalam mata pelajaran bahasa Arab pokok bahasan Al-unwan.

G.      Jadwal Penelitian
Table Kegiatan Penyusunan Skripsi
Kegiatan
Februari  2014
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Penyusunan Proposal





Pengajuan





Seminar Proposal





Bimbingn Instrumen





Uji Coba Instrumen





Pelaksanaan Penelitian





Penyusunan Laporan





H.      Sistematika Penulisan
Untuk mengetahui gambaran menyeluruh tentang skripsi ini, penulis kemukakan sistematikanya sebagai berikut:
Bab I, membahas pendahuluan yang meliputi latar belakng masalah, perumusan masalah (identifikasi masalah, pembatasan masalah, definisi operasional, pertanyaan penelitian dan hipotesa), tujuan penelitian dan manfaat penelitian, kerangka pemikiran, jadwal penelitian dan sistematika penulisan.
Bab II, membahas landasan teori yang meliputi konsep belajar dan hasil belajar, konsep tentang tes, dan perbandingan hasil tes tulis dan tes lisan pada keterampilan membaca dalam mata pelajaran Bahasa Arab serta materi tentang Al-unwan.
Bab III, membahas metode penelitian yaitu tentang waktu dan tempat penelitian yang didalamnya termasuk hasil penelitian yan berupa data kuantitatif. Selanjutnya menentukan populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, instrument pnelitian, setelah itu penulis membahas variable dan desain penelitian serta langkah selanjutnya membahas tentang teknik analisis data.
Bab IV, berisi tentang hasil penelitian dan pembahasannya yang meliputi deskripsi data, analisis data, dan pembahasan.
Bab V, berisi tentang kesimpulan dan saran.




BY : NUNUNG

1 komentar: