BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Bahasa
Arab merupakan salah satu bahasa yang digunakan oleh jutaan manusia di dunia
sebagai alat komunikasi mereka. Dan Pada saat ini, bahasa Arab mengalami
perkembangan yang pesat seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang
semakin maju. Bahkan, bahasa ini juga dianggap sebagai bahasa keempat di PBB
(perserikatan Bangsa-bangsa) sesudah Mandarin,Spanyol, English, dan Urdu.
Menilik
pada Perkataan Ibnu Taimiyah bahwa sesungguhnya bahasa Arab merupakan sebagian dari
agama, dan mengetahui-nya merupakan suatu kewajiban bagi umat islam.Maka, sesungguhnya
memahami Al-qur’an dan sunahnya adalah
wajib dan kita tidak memahaminya kecuali dengan bahasa Arab.(Abdul Hamid, 2010:4). Dari perkataan tersebut
sudah jelas bahwa bahasa Arab adalah bagian dari agama khususnya agama islam
dimana contoh kecilnya kita mengetahui bacaan sholat dengan menggunakan bahasa Arab.
Disamping
itu, selain sebagai bahasa komunikasi, Al-Qur’an merupakan undang-undang yang
mulya bagi umat Islam dan mempelajarinya merupakan suatu kewajiban bagi kita
selaku umat islam karena Al-qur’an merupakan kalamullah allah yang diturunkan
kepada Nabi Muhammad Saw. Seperti dalam firman Allah Swt:“Dan kami telah menurunkan Al Qur’an berbahasa arab agar kalian
memahaminya”. [Surat Yusuf : 2]. Dengan demikian, Untuk memahami Al-qur’an tersebut maka
mau tidak mau kita harus mempelajari bahasa Arab.
Dalam dunia pendidikan, kurikulum merupakan penjabaran dari tujuan pendidikan yang menjadi landasan program pembelajaran. Proses pembelajaran
merupakan upaya yang dilakukan guru untuk mencapai tujuan yang
dirumuskan dalam kurikulum tersebut. Dan penilaian
merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan untuk mengukur dan menilai tingkat pencapaian kurikulum. Selain itu, penilaian
juga digunakan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan yang ada dalam proses
pembelajaran, sehingga dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan,
apakah proses pembelajaran sudah baik atau masih memerlukan perbaikan dan penyempurnaan.
Seorang
guru dapat dikatakan profesional jika ia telah menguasai ketiga dimensi
tersebut yakni penguasaan kurikulum yang termasuk di dalamnya penguasaan
materi, metode, dan penguasaan penilaian. Maka, dalam hal ini, guru dituntut untuk
dapat menguasai ketiga dimensi tersebut karena apabila guru memiliki kelemahan dalam satu dimensi saja, tentunya hasil
belajar akan kurang optimal. Dengan
demikian, bahwa dalam proses kegiatan pembelajaran kewajiban seorang guru
bukan hanya menyampaikan materi akan tetapi juga harus mengadakan sebuah evaluasi.
Dalam pembelajaran sebagai suatu sistem evaluasi merupakan salah satu komponen
penting dan tahap yang harus ditempuh oleh guru untuk mengetahui keefektifan
pembelajaran. Hasil yang diperoleh dari evaluasi dapat dijadikan balikan(feed-back)
bagi guru dalam memperbaiki dan menyempurnakan program dan kegiatan
pembelajaran.(Zainal
Arifin, 2009:1). Oleh karena itu, evaluasi merupakan bagian kegiatan yang harus
dilaksanakan oleh guru untuk mencapai keberhasilan dalam kegiatan proses
pembelajaran, selain adanya kurikulum yang cocok dan proses pembelajaran yang
benar perlu juga adanya evaluasi yang baik dan terencana.
Menurut
faaruq abdul salam yang telah dikutif oleh Aurel bahrudin (2011:197) bahwa Dalam
pembelajaran bahasa Arab Evaluasi ialah memberikan nilai, dan memperbaiki suatu
pencapaian. Dalam pendidikan guru memberikan evaluasi terhadap siswa-siswinya
yakni dengan memberikan nilai yang sesuai dengan kemampuan yang dicapainya yang
pada umumnya mencakup penilaian pada aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Karena
Keberhasilan proses belajar mengajar di kelas dapat
dilihat dari sejauh mana penguasaan kompetensi yang telah dikuasai oleh seluruh
siswa di kelas itu. karena Pada dasarnya hasil belajar siswa dapat dinyatakan
dalam tiga aspek, yang biasa disebut dengan domain atau ranah, yaitu aspek kognitif,
afektif, dan psikomotorik.
Dalam proses pengajaran,
tes merupakan alat yang digunakan untuk mengetahui tercapai atau
tidaknya suatu standar kompetensi yang telah dipelajari oleh
siswa di setiap pembelajaran. Hal tersebut senada dengan pendapat
ahli yang mengatakan bahwa tes merupakan alat atau
prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dengan cara dan
aturan-aturan telah ditentukan. Selain itu, terdapat juga istilah teknik tes
yakni suatu teknik dalam evaluasi yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar
siswa dengan mempergunakan alat tes. (Mulyadi, 2010: 56).
Heaton
dalam Abdul al-Kholiq (1989:31) berpendapat bahwa Pada hakikatnya Tes dan pembelajaran
bahasa adalah dua hal yang berkaitan dan sulit memisahkannya, karena kedua hal
tersebut saling berkaitan. Terkadang tes bahasa telah menjadi instrumen penting
dalam meningkatkan proses pembelajaran dan meningkatkan motivasi siswa dalam
belajar, serta menjadi saranab control dan evaluasi
terhadap proses berbahasa siswa. Oleh karena itu, Tes bahasa dirancang dan
dilaksanakan untuk memperoleh informasi mengenai hal ihwal yang berkaitan
dengan keefektifan pengajaran bahasa yang dilakukan. Selain itu,
juga tes dapat digunakan sebagai media
evaluasi dalam pembelajaran bahasa.
sebagai
alat ukur hasil belajar siswa dapat dikatakan valid jika memenuhi berbagai
persyaratan yang harus dipenuhi yakni diantaranya yaitu memiliki validitas,
reliabilitas, objektifitas, praktibilitas dan ekonomis. (suharsimi Arikunto,
2011: 57-58).
Dalam
konteks pembelajaran bahasa Arab di lembaga pendidikan mulai dari tingkat dasar
hingga perguruan tinggi idealnya memungkinkan siswa Tes menguasai empat
keterampilan bahasa Arab yaitu: keterampilan mendengar bahasa Arab,
keterampilan berbicara bahasa Arab, keterampilan membaca bahasa Arab, dan
keterampilan menulis bahasa Arab.( Abdul
Hamid, 2010: 41). Adapun kemampuan
membaca merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting untuk
dikuasai. Karena, dalam
pembelajaran bahasa secara umum, termasuk bahasa Arab urgensi keterampilan
membaca tidak dapat diragukan lagi, sehingga pengajaran membaca merupakan salah
satu kegiatan mutlak yang harus diperhatikan. Demikian halnya dengan
pelaksanaan tes kemampuan membaca dimana, tes ini dimaksudkan untuk mengetahui
tingkat kemampuan membaca, mengukur pertumbuhan dan perkembangan kemampuan
membaca, serta mengetahui hasil pengajaran bahasa tersebut. Maka dalam bentuk
tesnya dapat dilakukan dengan dua bentuk tes yakni dengan tes tulis dan tes
lisan.
Tes
tulis merupakan bentuk tes yang jawabannya memerlukan secara tertulis sedangkan
tes lisan merupakan bentuk tes yang item jawabannya memerlukan secara lisan.
Dalam pelaksanaanya bentuk tes tulis dapat dilakukan dengan berbagai macam baik yang
objektif maupun subjektif. Begitu pula
dengan tes lisan.
Dalam
mata pelajaran bahasa Arab tuntutan bagi seorang pendidik
dalam hal mengevaluasi keberhasilan siswa dapat dilakukan dengan menggunakan teknik tes tertulis dan tes lisan. Hal ini,
berdasarkan SKL mata pelajaran pendidikan
agama islam dan bahasa Arab, dimana terdapat Kompetensi Dasar selain dengan
menggunakan tes tertulis diperlukan juga tes lisan.
Namun pada Realitanya di lapangan menunjukkan bahwa salah satu guru pengampu bahasa Arab hanya
menggunakan tes tulis saja tanpa menggunakan tes lisan. Padahal dalam
kompetensi dasar, khususnya pada keterampilan membaca jelas tidak hanya cukup
dengan bentuk tes tulis saja akan tetapi diperlukan juga dengan menggunakan tes
lisan karena, pada tes lisan siswa benar – benar dituntut untuk menjawab soal
itu secara individu, sehingga guru dapat mengetahui kemampuan siswa secara
langsung. Selain itu dengan tes lisan dapat membiasakan siswa untuk berlatih
berbicara bahasa Arab. Namun tes lisan sering dipandang menyulitkan dan memakan waktu banyak.
MTs Bina cendekia Cirebon merupakan salah satu
lembaga formal dibawah naungan Kementrian Agama Republik Indonesia berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 1978 yang
berisi tentang Peraturan Rekontruksi Sekolah yang berada di bawah naungan Agama
Republik Indonesia. Karena sekolah ini berbasis islam sehingga terdapat
pelajaran agama. Salah satunya adalah mata pelajaran bahasa Arab. Berdasarkan penelitian awal yang telah dilakukan melalui tes imla sebagian siswa yang belum bisa
menulis mereka kesulitan dalam mengerjakan tes tersebut. Namun
disamping itu, sebagian mereka juga lebih suka diberikan tes imla.
Dengan
adanya fakta
diatas penulis tertarik untuk meneliti hasil belajar dengan menggunakan permainan huruf hilang yaitu tes tertulis yang menuntut siswa untuk memberikan
jawaban secara tertulis. Dengan diadakannya dua bentuk tes tersebut diharapkan
dapat mengetahui perbedaan kedua bentuk tes tersebut berdasarkan hasil belajar
yang sudah dilaksanakan untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Arab di MTs
Negeri Cirebon II. Maka dalam hal ini penulis mengambil judul yaitu “Perbandingan
Hasil tes tulis dengan Tes lisan pada keterampilan membaca dalam mata pelajaran
bahasa Arab Di MTs Negeri Cirebon II ”.
B.
Perumusan
Masalah
Untuk
memperoleh rumusan masalah tersebut dapat dilakukan melalui beberapa tahap
sebagai berikut:
1.
Identifikasi
Masalah
a.
Wilayah
Penelitian
Wilayah
yang digunakan dalam penelitian ini adalah evaluasi pembelajaran bahasa Arab.
b.
Pendekatan
Penelitian
Pendekatan
yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan empirik yaitu pendekatan
yang diperoleh secara langsung pada objek penelitian dengan melakukan studi
lapangan.
c.
Jenis masalah
Jenis
masalah yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah tentang perbandingran
hasil tes tulis dengan tes lisan pada keterampilan membaca dalam mata pelajaran
bahasa Arab di MTs Negeri Cirebon II pada bahasan pokok Al-unwan di kelas VII
semester genap, tahun pelajaran 2013/2014.
2.
Batasan
Masalah
Untuk
menghindari kesalahpahaman dalam menghadapi permasalahan maka, penulis
membatasi penelitian ini pada:
a.
Perbandingan yakni perbedaan antara satu variable dengan yang lainnya. Kaitan
dalam penelitian ini adalah tentang perbandingan hasil tes tulis dengan tes
lisan pada keterampilan membaca dalam mata pelajaran bahasa Arab.
b.
Jenis evaluasi
dalam penelitian ini adalah evaluasi formatif yaitu evaluasi yang dilaksanakan
ditengah satuan waktu pembelajaran setelah beberapa satuan materi pembelajaran
diselesaikan guna mencari tahu sejauh mana siswa sudah menguasai tujuan
kompetensi dasar yang telah ditetapkan.
c.
Teknik
evaluasi dalam penelitian ini adalah teknis tes yakni bentuk tes tulis dan tes
lisan.
d.
Bentuk tes tulis dalam penelitian ini adalah bentuk tes pilihan ganda
dan essai terbatas. Tes pilihan ganda adalah soal tes yang memungkinkan untuk
memilih salah satu jawaban yang benar dari sekumpulan jawaban yang telah
disediakan. sedangkan tes essai terbatas adalah tes uraian yang butir soalnya
memiliki sehimpunan jawaban dengan rumusan yang relative lebih pasti sehingga
dapat dilakukan penskoran secara objektif.
e.
Bentuk Tes lisan dalam penelitian ini adalah tes lisan berpedoman yaitu tes yang dilakukan oleh seorang pendidik dengan
menggunakan pedoman yang dipersiapkan secara tertulis tentang apa yang akan
ditanyakan kepada peserta didik.
f.
Hasil tes
yang akan diteliti adalah hasil tes
siswa yang menggunakan evaluasi tes tulis dan tes lisan pada keterampilan membaca dalam mata
pelajaran bahasa Arab.
g.
Pada penelitian ini yang menjadi pokok bahasan dibatasi terhadap materi
kelas VII pokok bahasan Al-Unwan pada keterampilan membaca di MTs Negeri
Cirebon II.
3.
Definisi
Operasional
Hasil
tes yang dimaksud adalah hasil atau nilai yang dicapai siswa setelah melakukan
proses pembelajaran yang diketahui melalui seberapa besar peningkatan hasil
belajar antara sebelum dan sesudah pembelajaran dilakukan.
Keterampilan
yang dimaksud adalah keterampilan bahasa yang terdiri dari empat keterampilan yaitu keterampilan menyimak, berbicara membaca
dan menulis. Maka yang dimaksud
dalam penelitian in adalah keterampilan membaca yaitu salah satu keterampilan yang
melibatkan kegiatan berpikir, menilai, menganalisis,
memahami, memecahkan masalah dan sebagainya.
Tes
tulis merupakan salah satu bentuk tes yang susunannya terdiri atas item-item pertanyaan yang masing-masing mengandung permasalahan dan menuntut jawaban (respon) siswa secara
tertulis.
Tes
lisan merupakan sekumpulan item pertanyaan atau pernyataan yang disusun secara
terencana yang diberikan oleh seorang guru kepada para
siswanya tanpa melalui media tulis.
4.
Pertanyaan
Penelitian
a.
Bagaimana
hasil tes yang menggunakan tes
tulis pada keterampilan membaca dalam mata pelajaran
bahasa Arab di kelas VII MTs Negeri Cirebon II ?
b.
Bagaimana
hasil tes yang menggunakan tes lisan
pada keterampilan membaca dalam mata pelajaran bahasa Arab di kelas VII MTs Negeri Cirebon II ?
c.
Seberapa
besar perbedaan hasil tes yang menggunakan tes tulis dengan tes lisan pada keterampilan membaca dalam
mata pelajaran bahasa Arab di kelas VII MTs Negeri Cirebon II?
5.
Hipotesa
Hipotesis
merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan
penelitian telah dinyatakan dalam dalam bentuk pertanyaan. (sugiyono, 2012:
96).dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada
teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta yang empiris yang
diperoleh melalui pengumpulan data.
Berdasarkan
hal diatas, maka dapat diambil perumusan hipotesis pada
penelitian ini yaitu:
Ha = Ada perbedaan hasil tes yang menggunakan
teknik evaluasi tes tulis dengan tes lisan pada keterampilan membaca dalam mata
pelajaran bahasa Arab..
Ho = Tidak ada perbedaan hasil tes yang
menggunakan teknik evaluasi tes lisan dengan tes tulis pada keterampilan
membaca dalam mata pelajaran bahasa Arab.
C.
Tujuan
dan manfaat penelitian
1.
Tujuan
a.
Mengetahui
hasil tes
yang menggunakan tes tulis pada mata pelajaran bahasa Arab.
b.
Mengetahui
hasil tes
yang menggunakan tes lisan dalam
mata pelajaran bahasa Arab.
c.
Mengkaji
perbedaan yang signifikan yang dicapai siswa dalam mata pelajaran bahasa Arab
antara siswa yang menggunakan tes tulis bentuk uraian terbatas dengan siswa yang
menggunakan tes lisan.
2.
Manfaat
Hasil Penelitian ini diharapkan
memberikan manfaat sebagai berikut:
a.
Bagi
peneliti: dapat menambah wawasan pengetahuan dan memberikan motivasi untuk
menerapkan metode evalusi yang tepat dalam pelaksanaan pembelajaran.
b.
Bagi guru:
dapat memberikan sumbangan pemikiran serta informasi tentang bentuk tes yang
lebih efektif yang bisa digunakan oleh guru dari kedua macam bentuk tes
tersebut.
c.
Bagi siswa:
dapat memotivasi siswa untuk lebih giat dalam belajar, sehingga dapat mengjawab pertanyaan tes
tulis maupun tes lisan.
d.
Bagi lembaga
terkait: dapat memberikan informasi tentang alternatif penggunan tes tulis
dengan tes lisan sebagai salah satu alat evaluasi yang digunakan dalam
pembelajaran bahasa Arab dalam upaya penigkatan hasil belajar siswa.
D.
Metodologi
Penelitian
1.
Sasaran dan waktu penelitian
a.
Tempat
Penelitian
Penelitian ini akan
dilaksanakan di MTs Negeri Cirebon II yang bertempat di jalan Otto
Iskandardinata,( belakang polres ) weru, Plered Kabupaten Cirebon.
b.
Waktu
Penelitian
Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan
selama dua
bulan terhitung mulai tanggal 30
April sampai 2 juni 2014.
2.
Metode dan
Desain Penelitian
a.
Metode
Penelitian
Metode atau pendekatan penelitian
tentang“Perbandingan hasil tes tulis dengan tes lisan pada keterampilan membaca
dalam pembelajaran bahasa Arab pada pokok bahasan materi Al-unwan di Mts Negeri Cirebon II maka
pendekatan yang tepat digunakan adalah pendekatan kuantitatif, dimana
dilakukan dengan media pengamatan, wawancara, serta analisis data.di Mts Negeri
Cirebon II.
b. Desain penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah terdapat 3 variabel yang akan diteliti
dalam penelitian ini. Variabel pertama sebagai variabel bebas (X1) adalah menggunakan tes tulis dan variabel kedua
sebagai variabel bebas kedua (X2) yang menggunakan tes lisan. Serta variabel selanjutnya adalah variabel terikat (Y) adalah hasil tes pada keterampilan membaca dalam mata pelajaran bahasa Arab.
Berdasarkan uraian diatas, maka desain penelitian pre-test dan postest
group desain dengan pola sebagai berikut
Kelompok
I : O1 X1 O2
Kelompok
II : O3 X2 O4
Keterangan:
O1 :
pre-test pada kelompok I
O2 :
pos-test pada kelompok I
O3 :
pre-test pada kelompok 2
O4 :
pos-test pada kelompok 2
X1 :
treatmen (perlakuan ) pada kelompok I
X2 :
treatmen (perlakuan ) pada kelompok I
Dalam
hal ini dilihat perbedaan pencapaian antara kelompok I (O2
– O)
dengan pencapaian kelompok II (O4 – O3) (Sugiyono, 2012 : 112).
3.
Populasi dan
sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah semua
siswa di sekolah MTs Negeri Cirebon II. Dan sampel adalah
bagian dari siswa di dalamnya.
Adapun sampel penelitian yang diambil ialah
pengumpulan jumlah populasi berdasarkan pendapat suharsimi arikunto yaitu:
“jika sampel jumlahnya sedikit maka diambil semua. Adapun jika sampel banyak
maka diambil sebagian. (suharsimi Arikunto, 2002:108).
4.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Observasi langsung
Dalam hal ini penggunaan observasi bertujuan untuk memperoleh data
hasil belajar siswa, data kondisi objektif sekolah dan studi pendahuluan.
2. Tes
Dalam hal ini penggunaan tes bertujuan untuk memperoleh data hasil
belajar siswa yang diberikan pengajar dengan penerapan jenis tes dalam bentuk
tes tulis dan tes lisan.
3. Wawancara
Wawancara adalah cara menghimpun bahan-bahan keterangan yang
dilaksanakan dengan melakukan tanya jawab lisan secara sepihak, berhadapan dan
dengan arah serta tujuan yang telah ditentukan. wawancara disini untuk
memperoleh data tentang siswa dan studi pendahuluan.
5.
Instumen Penelitian
Instrument
yang digunakan dalam
penelitian ini adalah
soal -soal tes. Tes ini
digunakan untuk mengukur
pengetahuan, keterampilan, kemampuan atau intelegensi
siswa. Bentuk tes
yang diberikan adalah
bentuk tes tulis
dan tes lisan. Tes tulis terdiri dari 15 butir soal
yang terdiri dari 10 soal bentuk
pilihan ganda dan 5 soal berbentuk essai terbatas sedangkan pada tes lisan terdiri dari 10 item soal dengan bentuk berpedoman,
dan harus dikerjakan dalam waktu 80 menit.
Sebelum tes digunakan dalam penelitian,
instrumen perlu di uji cobakan terlebih
dahulu. Uji coba ini dimaksudkan
untuk mengetahui terpenuhi
atau tidaknya syarat-syarat instrumen sebagai pengumpul data yang baik, sehingga
instrumen ini dapat digunakan dalam penelitian. Pada perencanaanya, Uji coba
ini akan dilakukan pada 46 siswa
yang bukan sampel
dalam penelitian ini
yaitu kelas yang
lebih tinggi atau kelas yang
dipastikah telah menerima materi yang di teskan.
Setelah
instrumen diuji cobakan,
setiap butir soal
dianalisis untuk mengetahui
validitas, reliabilitas, daya pembeda dan tingkat kesukaran setiap item soal.
1.
Pengujian Validitas Item Soal
Suharsimi Arikunto (2006 : 168
) mengatakan bahwa Validitas itu
adalah suatu ukuran
yang menunjukan tingkat -tingkat kevalidan
atau kesahihan sebuah instrumen.
Maka untuk mengukur
Kevalidan tes penelitian ini
menggunakan rumus korelasi Produk Moment
dengan angka kasar yaitu:
rxy
=
Keterangan:
rxy = Tingkat kevalidan
X = Nilai item soal
yang akan diuji validitas
Y = Nilai siswa untuk
soal yang diuji cobakan
N = Banyaknya siswa
yang diuji coba.
Kriteria menunjukan derajat validitas tes
Nilai rxy
|
Kategori
|
0,90 < rxy <
1,00
|
Validitas sangat tinggi
|
0,70 < rxy < 0,90
|
Validitas tinggi
|
0,40 < rxy < 0,70
|
Validitas sedang
|
0,20 < rxy < 0,40
|
Validitas rendah
|
0,00 < rxy < 0,40
|
Validitas sangat rendah
|
2.
Pengujian Reliabilitas Item Soal
Instrumen yang digunakan berbentuk tes uraian, sehingga menurut Arikunto
(2006:197) untuk menghitung reliabilitas tes dapat menggunakan rumus Alpha.
Menurut Cronbach yang telah dikutif oleh M.Chatib Thoha ( 1996:138) rumus Alpha
dapat digunakan untuk mengukur reliabilitas tes yang menggunakan Skala Likert
(skala sikap), tes yang menggunakan bentuk essai, sehingga pengukurannya tidak
menggunakan skor benar =1 dan salah =0, seperti pada bentuk obyektif, melainkan
dapat menggunakan skor atau skala 1-9; 1-10 dan sebagainya.
3.
Analisis Butir Soal
Untuk mengetahui kualitas butir soal instrumen, dilakukan analisis butir
soal yaitu pada:
a.
Tingkat Kesukaran Butir Soal
b.
Daya Pembeda Butir Soal.
6.
Teknik Analisis Data
Teknik analisis data
untuk penelitian ini, penulis menggunakan statistik inferensia. Analisis
statistik inferensia digunakan
untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil tes siswa antara
yang menggunakan tes tulis dengan tes lisan.
Adapun analisis
statistik inferensia adalah
teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel
dan hasilnya diberlakukan untuk populasi
(Sugiyono, 2012 :
209). Untuk penelitian
ini adalah dengan menggunakan uji
beda dua sampel
besar yang tidak
saling berhubungan, karena N
≥ 30. Sebelum
melakukan uji hipotesis
dua Sampel besar
yang tidak saling berhubungan, maka terlebih dahulu dil akukan uji
normalitas dan uji homogenitas. Sebelumnya
penulis melakukan uji n-gain yang
bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar. Setelah itu, hasil
dari uji n -gain dipergunakan untuk menghitung uji normalitas dan uji
homogenitas.
E.
Kajian
terdahulu
Penelitian tentang evaluasi pembelajaran yang
dilakukan penulis bukan merupakan penelitian yang
pertama kali namun telah ada sebelumnya
beberapa penelitian yang sejenis. Adapun
hasil dari penelitian-penelitian
sebelumnya diantaranya sebagai berikut:
1.
Iis Risyana
(06450788) dalam judul penelitian Perbandingan
Hasil Belajar siswa antara yang menggunakan tes lisan dan ter tertulis pada
mata pelajaran Matematika tahun 2011 menyimpulkan bahwa terdapat hasil perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa yang
menggunakan tes tulis dan yang menggunakan tes lisan. Pada
kelompok 1 (tes tulis) dengan nilai rata-rata awal 24,70, sedangkan pada tes
akhir 51,45 dengan n gain 0,36. Sedangkan hasil belajar siswa pada kelompok II
bahwa pada tes awal ( pre-test) sebesar 29,65 sedangkan pada tes akhir
(post-test) nilai rata-rata sebesar 61,11 dengn n gain 0,45.
N-gain dari hasil
belajar pada kelompok
I dan kelompok
II dikategorikan sedang. Dapat
disimpulkan hasil belajar matematika
siswa yang menggunakan
tes uraian lisan
lebih baik dari pada yang
menggunakan tes tulis.
2.
Ifrianti Dewi dalam judul penelitian
Perbandingan Hasil Belajar Matematika antara siswa yang menggunakan tes
jawaban singkat dengan tes uraian tipe
terbuka tahun 2011 menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan
hasil belajar matematika
antara siswa yang menggunakan tes
jawaban singkat dengan
tes uraian tipe
terbuka. Pada kelompok 1
(tes jawaban singkat)
dengan nilai rata-rata tes
awal 44,63, sedangkan tes
akhir 58,76 dan
mengalami peningkatan sebesar
14,13. Sedangkan pada kelompok II ( tes uraian tipe terbuka) dengan
nilai rata rata tes awal
55,23, sedangkan tes
akhir 61,29 dan
mengalami peningkatan sebesar 9,06.
3.
Adhy Dwi Rokhmawan (5101404032) dalam judul penelitian Perbedaan hasil belajar siswa antara tes tertulis dengan tes lisan pokok
bahasan konstruksi pondasi tahun 2009, menyimpulkan bahwa terdapat Perbedaan
hasil belajar antara tes tertulis dengan tes lisan. Dari hasil uji perbedaan rata-rata
nilai hasil belajar pokok bahasan konstruksi
pondasi dangkal antara siswa kelas X TGB-1 dan kelas X TGB-2 SMK Negeri 5
Semarang adalah t data = 3,023, Sedangkan t (0.95)(68) = 2,00. Karena t data
> t (0.95)(68) maka dapat disimpulkan bahwa rata-rata kelompok eksperimen I
yang diberi tes tertulis lebih baik dari pada kelompok eksperimen II yang
diberi tes lisan. Dari hasil uji distribusi prosentase perbedaan nilai hasil
belajar pokok bahasan konstruksi pondasi dangkal dengan menggunakan tes tertulis
dan tes lisan adalah 8,50%. Berdasarkan kriteria perbedaan hasil belajar tes
tertulis dengan tes lisan dalam kategori sangat rendah.
Penelitian-penelitian tersebut tidak berkaitan
langsung dengan penelitian tentang evaluasi pembelajaran yang dilakukan
penulis. Dalam hal ini penulis ingin melihat perbandingan hasil tes tulis
dengan tes lisan pada keterampilan membaca dalam mata pelajaran bahasa Arab.
F.
Kerangka
Pemikiran
Proses belajar mengajar
merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa
atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk
mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan
siswa itu merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses belajar mengajar. Dan
Pada Setiap proses belajar mengajar selalu menghasilkan hasil belajar. Untuk
mengetahui hasil belajar tersebut biasanya dengan menggunakan evaluasi yang
berupa tes.
Evaluasi merupakan
bagian dari proses belajar mengajar yang secara keseluruhan tidak dapat
dipisahkan dari kegiatan belajar mengajar. Evaluasi adalah kegiatan yang
diharuskan oleh peraturan atau undang-undang. Aturan yang mengikat tersebut
termasuk pada pasal 58 ayat (1) UU RI No.20 tahun 2003 tentang sikdisnas yang
menyatakan evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk
memantau proses kemajuan dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara
berkesinambungan. (Sukardi, 2009:12).
Dilihat dari aspek
fungsi evaluasi pendidikan yang dilaksanakan dalam proses belajar mengajar pada
prinsipnya dapat dikelompokkan menjadi dua macam yaitu:
1.
Membantu guru dalam
menentukan derajat tujuan pengajaran agar dapat dicapai.
2.
Membantu guru
mengetahui keadaan yang benar dari para siswanya.
Pada fungsi pertama
merupakan tujuan mendasar dari evaluasi, sedangkan pada fungsi kedua merupakan
tujuan tambahan sebagai implikasi adanya evaluasi dalam proses pembelajaran.Evaluasi memegang peranan yang sangat penting dalam pengajaran. Hasil
evaluasi merupakan ukuran sejauh mana keberhasilan seorang guru mengajar dan
seorang siswa memahami pelajaran. Selain itu evaluasi merupakan dasar untuk
guru mengetahui apakah metode yang diterapkan dalam proses belajar mengajar
sudah baik atau perlu perbaikan.
Teknik pelaksanaan evaluasi sangat
bervariasi, namun selama ini teknik tes yang sering digunakan oleh guru bidang
studi bahasa arab adalah tes tertulis. Padahal masih ada teknik lain yang bisa digunakan untuk evaluasi yaitu tes lisan. Menurut Zainal arifin, 2011: 125) tes tulis atau sering disebut paper and pencil test adalah
tes yang menuntut jawaban dari peserta didik dalam bentuk tertulis baik yang
berbentuk objektif maupun yang berbentuk subjektif. dan tes ini ada yang
berbentuk formal dan ada pula yang bersifat nonformal. Dalam prosesnya guru
harus memperhatikan ruangan atau tempat tes itu dilaksanakan. Pada umumnya tes bahasa Arab secara tertulis dilaksanakan pada akhir pelajaran, akhir kegiatan belajar mengajar untuk satu satuan pelajaran, atau pada akhir semester.
Adapun Tes
lisan sangat berguna bagi
siswa untuk melatih diri dalam mengungkapkan pendapat atau buah pikirannya secara lisan dan mengembangkan kemampuan berbicara. Dalam kegiatan belajar mengajar bahasa
Arab, tes lisan sering kali dilaksanakan sebelum dan selama kegiatan tersebut berlangsung. Hal ini dimaksudkan terutama untuk mengetahui kesiapan belajar siswa dan mengecek daya serap siswa terhadap materi yang diberikan saat itu.
Pada dasarnya bentuk tes untuk teknik pelaksanaan tes tulis dan teknik pelaksanaan tes lisan sama saja, yaitu untuk mengukur tingkat
pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari. Namun yang membedakan antara keduanya adalah dalam cara pelaksanaannya, tes tulis soal disajikan dalam lembar soal baik itu
bentuk soal objektif maupun subjektif dan testi menjawab soal tersebut dalam bentuk lembar jawaban. Sedangkan tes lisan soal disajikan dalam bentuk pertanyaan yang langsung diucapkan secara lisan oleh evaluator dan testi menjawab langsung pertanyaan yang diberikan evaluator secara lisan pula.
Adapun yang
akan dibahas dalam penelitian ini adalah membandingkan hasil tes
tulis dan tes lisan pada keterampilan membaca dalam mata pelajaran bahasa Arab
pokok bahasan Al-unwan.
G.
Jadwal
Penelitian
Table Kegiatan Penyusunan
Skripsi
Kegiatan
|
Februari 2014
|
Maret
|
April
|
Mei
|
Juni
|
Juli
|
Penyusunan
Proposal
|
||||||
Pengajuan
|
||||||
Seminar
Proposal
|
||||||
Bimbingn
Instrumen
|
||||||
Uji
Coba Instrumen
|
||||||
Pelaksanaan
Penelitian
|
||||||
Penyusunan
Laporan
|
H.
Sistematika
Penulisan
Untuk
mengetahui gambaran menyeluruh tentang skripsi ini, penulis kemukakan
sistematikanya sebagai berikut:
Bab
I, membahas pendahuluan yang meliputi latar belakng masalah, perumusan masalah
(identifikasi masalah, pembatasan masalah, definisi operasional, pertanyaan
penelitian dan hipotesa), tujuan penelitian dan manfaat penelitian, kerangka
pemikiran, jadwal penelitian dan sistematika penulisan.
Bab
II, membahas landasan teori yang meliputi konsep belajar dan hasil belajar,
konsep tentang tes, dan perbandingan hasil tes tulis
dan tes lisan pada keterampilan membaca dalam mata pelajaran Bahasa Arab serta materi tentang Al-unwan.
Bab
III, membahas metode penelitian yaitu tentang waktu dan tempat penelitian yang
didalamnya termasuk hasil penelitian yan berupa data kuantitatif. Selanjutnya
menentukan populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, instrument pnelitian,
setelah itu penulis membahas variable dan desain penelitian serta langkah
selanjutnya membahas tentang teknik analisis data.
Bab
IV, berisi tentang hasil penelitian dan pembahasannya yang meliputi deskripsi
data, analisis data, dan pembahasan.
Bab
V, berisi tentang kesimpulan dan saran.
BY : NUNUNG
bisa minta daftar pustakanya
BalasHapus