MACAM-MACAM BUNYI MANUSIA (أنواع أصوات الإنسانية )
1.
Pengertian
Apa bila kita membahasa tentang pengertian bunyi,maka pembahasan
pasti tak jauh dari bunyi manusia.bunyi manusia bisa terjadi akibat terjadinya
getaran yang di akibatkan arus udara yang keluar dari paru-paru yang
berinteraksi dengan dua buah vita suara di krongkongan.bunyi tersebut di bentuk
di tempat tertentu dan di modifikasi dengan cara tertentu,akhirnya keluar lewat
mulut atau hidung,sehingga lahirlah bunyi bahasa.gelombang yang mengandung
bunyi bahasa tersebut berpindah lewat udara,kabel atau alat pengantar bunyi
lainnya sampai akhirnya ke telinga pendengar.oleh sebab itu dapat di pastikan
sumber manusia berasal dari kerongkongan.
Tidak semua bunyi yang di buat manusia dapat dikatakan bunyi
bahasa,karena bunyi bahasa adalah bunyi yang keluar dari organ bicara manusia
yang mengandung arti.bila bunyi tersebut tidak dapat di pahami,seperti suara
batuk,mendengkur dan lain sebagainya.maka bunyi semacam ini belum termasuk
bunyi bahasa.
v Proses
pembentukan bunyi bahasa
Hal ini terjadi
karena empat tahapan utama :
1.
Proses pembentukan initiation
2.
Proses pembunyian phonation
3.
Proses nasalisasi Oronasal
4.
Proses artikulasi articulation
Berikut akan di sampaikan prosesnya :
1.
Proses pembentukan
Hal ini di
sebut juga proses arus udara ( air stream mecanism). Proses ini terjadi dengan
mengeluarkan udara dari paru-paru sebagai akibat pembesaran rongga dada dan
turunnya sekat rongga dada yang mengakibatkan paru-paru mengembang dan udara
dari luar masuk kedalam paru-paru.
Proses
keluarnya dari paru-paru yang di anggap sebagai proses pembentukan bunyi bahasa
mengingat karena kebanyakan bunyi bahasa di dunia termasuk indonesia dan arab
terjadi dengan udara yang keluar dengan paru-paru ( eksplosif ).
2.
Proses pembunyian
Hal ini terjadi
di daerah kerongkongan , organ bicaranya yang paling utama adalah duabuah pita
suara. Jenis pembunyiannya yang terjadi berbeda-beda sesuai dengan kondisi dua
pita suara dalam menghadapi udara yang datang dalam paru-paru. Seperti di ketahui,
bahwa paling tidak terdapat empat kondisi pita suara dalam menghadapi udara
yang datang dari paru-paru, masign-masing:
a.
Kondisi rapat / tertutup yang menghasilkan bunyi letupan الإنفجارية
b.
Kondisi bersentuhan yang menghasilkan bunyi suara المجهورة
c.
Kondisi berjauhan yang menghasilkan bunyi tidak bersuara المهموسة
d.
Kondisi berdekatan yang menghasilkan bunyi bisikan الوشوشة
Sedangkan
kondisi terbuka lebar adalah kondisi bernafas biasa
Di antara bunyi bahasa manusia
dapat di klasifikasikan kedalam dua macam yaitu :
1)
Vokal
Dalam bahasa
arab di kenal dengan fathah pendek.domah pendek,kasrah pendek,fathah panjang
dhomah panjang dan kasrah panjang
Dengan
memperhatikan ke enam jenis fokal di atas bisa di simpulkan bahwa vokal aarb di
bagi kedalam dua bagian yakni vokal pendek yang berjumlah tiga seperti tampak
dalam kara sumia’ dan vokal panjang yang juga berjumlah tiga seperti tampak
pada kaata kanuu sarikiin.
Apabila melihat
dari bentuk bibir vocal arab juga terbbagi menjadi dua yakni vocal bulat, vocal
yang di sertai bibir memutar, yaitu dhhomah panjang dan pendek, dan vocal tak
bulat, yakni yang tidak di sertai gerakan bibir memutar yaitu vocal selain
dhomah panjang dan pendek.
Sedangkan jika
dilihat sari tinggi rendahnhya lidah, vocal di bagi tiga yaitu
1.
Vocal tinggi, yaitu kasroh pendek dan panjang , dhomah panjang dan
pendek
2.
2. Vocal sedang yaitu fsathah pendek
3.
3. Vocal rendah yaitu fathah pangjang
Dan apabila
dillihat dari bagian lidah yang menertai pengucaoan vocal, maka vocal di bagi 3
jenis :
1.
Kasroh pendek dan kasroh panjang
2.
Vocal tengah yaitu fahhah pendek dan panjang
3.
Vocal belakang yaitu dhomah panjang dan pendek
2)
Konsonan adalah bumyi letupan, bunyi geseran,bunyi bersuara atau
juga tidak bersuarakonsonan selalu mendapatkan hambatan di saluran udara, baik
hambaatan kuat atau lemah sehingga mengakibatkan adanya letupan atau geseran.
Yang termasuk konsonan juga adalah semua bunyi yang udaranya keluar dari
samping kiri atau kanan mulut.
a.
Pembentukan bunyi letup
Bumyi
letup di bagi dua :pertama di sebut letup kerongkongan, karena terjadinya bunyi
letup di kerongkongan yang kedua nukan bunyi letup kerongkongan karena
terjadinya bukan di kerongkonagan
Bunyi leutp
kerongkongan adalah bunyi hamzah. Bumyi ini terjadi akibat merapatnya dua buah
ppita suara sehingga udara tidak dapat keluar, paru-paru terus di tekan dendan
tekanan tambahanguna memaksa dua pita suara untuk membuka setelah itu
terjadinya pembukaan mendadak pada dua pita suara yang mengakibatkan terjadinya
bunyi yang mirip dengan bunyi letupan.bunyi yang lahir inilah yang di sebut
dengan hamzah.
Adapun bunyi
letup bukan kerongkongan, di bentuk di tempat makhroj masing-masing bunyi
tersebut, dengan merapatnya dua buah organ bicara di saluran udara tepatnya di
tempat makhroj, sehingga udara tidak dapat keluar dan terpaksa paru-paru
memompakan udara tambahan untuk memaksa hambatan tersebut tebuka ketika itu
terjadi bunyi ba, dal, ta, tho,dan jim.
Ulama
fonetik umum tidak sependapat dengan ulama tajwid mendeskripsikasn jm sebagai
bunyi letupan dan bagi mereka jim adalah bunyi antara letupan dan geseran
b.
Pembentukan bunyi geseran
Bunyi
geseran terjadi bila udar yang datang dari paru-paru tidak mendapat hambatan
yang kuat, baik di kerongkongan atau di luar kerongkongan, sehingga udara
meluncur bebas tanpa kesulitan. Hal ini terjadi dengan salah satu tiga cara:
pertama bahwa di saluran udara terdapat penyempitan, tetapi tidask sampai udara
sulit meluncur di tempat tersebut. Kedua, terdapat hambatan yang tidak keras
sehingga udsara tidak bisa lolos dari celah-celahnya. Ketiga terdapat hambatan
yang kuat terhadap udara akan tetappi terdapat pula calah-calah yang dapat
dilalui udara seperti disamping mulut ronga hidung dan lain-lain.
c.
Pembentukan bunyi bersuara
Untuk
memproduk bunyi ini, dua buah oita suara harus bersentuhan tetapi tidak sampai
merapat sehingga udara yang datang dari paru-paru masih dapat membuka dasn
menutup klep udara diantara dua pita udara itu dengan mudah cepat dsan teratur.
Kondisi seperti ini ngakibatkan terjadinya getaran pada dua pita suara. Bunyi
yang keluar dalam pisisi pita suara seperti ini di sebut dengan bunyi suara
majhuurah.
d.
Pembentukan bunyi tidak bersuara
Untuk
memproduk bunyi ini dua pita suara harus membuka klep lebar0lebar dengan
membentuk semacam segitiga sama kaki sehingga udara yang datang dari paru-paru
dengan leluasa dapat melewati kerongkongan tanpa ada hambatan sedikitpun.bunyi
yang terjadi dengan kondisi pita suara seperti ini di sebaut dengan bunyi tidak
bersuara ( mahmuus ).
e.
Pembentukan bunyi bisikan
Untuk
membentiuk bunyi ini dua pita suara harus berdekatan tetapi tidak sampai
mengakibatkan terjadinya gesekan ketika udara yang datang dari paru-paru
melewatui klep pita suara tersebut. Bunyi yang terjadi dengan kondisi pita
sunara seperti ini di sebut dengan bunyi bisikan الوشوشة .
Semua bunyi
yang aslnya bersuara akan berubah menjadi bunyi tidak bersuara dalam kondisi
ini. Oleh sebab itu dalam bivara berbisik tidak ada bunyi yang bersifat letupan
dan tidak ada pula yang bersifat bersuara, semua bunyi menjadi tidak bersuara.
Seperti di sebutkan bahwa ulama tajwid tidak mensyaratkan adanya getaran dalam
pembentukan bunyi suara, akan tetapi culup dengan dua syarat masing-masing
mendapat tekanan ekstra di daerah makhroj dan udara bisa meluncur dengan mudah.
Kedua syarat ini teteap terjamin dalam memproduk bunyi nerbisik jadi tidak
menyalahi aturan qira’ah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar