Senin, 10 November 2014

MACAM-MACAM BUNYI MANUSIA (أنواع أصوات الإنسانية ) ILMU ASHWAT



MACAM-MACAM BUNYI MANUSIA (أنواع أصوات الإنسانية )
1.      Pengertian
Apa bila kita membahasa tentang pengertian bunyi,maka pembahasan pasti tak jauh dari bunyi manusia.bunyi manusia bisa terjadi akibat terjadinya getaran yang di akibatkan arus udara yang keluar dari paru-paru yang berinteraksi dengan dua buah vita suara di krongkongan.bunyi tersebut di bentuk di tempat tertentu dan di modifikasi dengan cara tertentu,akhirnya keluar lewat mulut atau hidung,sehingga lahirlah bunyi bahasa.gelombang yang mengandung bunyi bahasa tersebut berpindah lewat udara,kabel atau alat pengantar bunyi lainnya sampai akhirnya ke telinga pendengar.oleh sebab itu dapat di pastikan sumber manusia berasal dari kerongkongan.
Tidak semua bunyi yang di buat manusia dapat dikatakan bunyi bahasa,karena bunyi bahasa adalah bunyi yang keluar dari organ bicara manusia yang mengandung arti.bila bunyi tersebut tidak dapat di pahami,seperti suara batuk,mendengkur dan lain sebagainya.maka bunyi semacam ini belum termasuk bunyi bahasa.

v  Proses pembentukan bunyi bahasa
Hal ini terjadi karena empat tahapan utama :
1.      Proses pembentukan initiation
2.      Proses pembunyian phonation
3.      Proses nasalisasi Oronasal
4.      Proses artikulasi articulation

Berikut akan di sampaikan prosesnya :
1.      Proses pembentukan
Hal ini di sebut juga proses arus udara ( air stream mecanism). Proses ini terjadi dengan mengeluarkan udara dari paru-paru sebagai akibat pembesaran rongga dada dan turunnya sekat rongga dada yang mengakibatkan paru-paru mengembang dan udara dari luar masuk kedalam paru-paru.

Proses keluarnya dari paru-paru yang di anggap sebagai proses pembentukan bunyi bahasa mengingat karena kebanyakan bunyi bahasa di dunia termasuk indonesia dan arab terjadi dengan udara yang keluar dengan paru-paru ( eksplosif ).
2.      Proses pembunyian
Hal ini terjadi di daerah kerongkongan , organ bicaranya yang paling utama adalah duabuah pita suara. Jenis pembunyiannya yang terjadi berbeda-beda sesuai dengan kondisi dua pita suara dalam menghadapi udara yang datang dalam paru-paru. Seperti di ketahui, bahwa paling tidak terdapat empat kondisi pita suara dalam menghadapi udara yang datang dari paru-paru, masign-masing:
a.       Kondisi rapat / tertutup yang menghasilkan bunyi letupan الإنفجارية
b.      Kondisi bersentuhan yang menghasilkan bunyi suara المجهورة
c.       Kondisi berjauhan yang menghasilkan bunyi tidak bersuara المهموسة
d.      Kondisi berdekatan yang menghasilkan bunyi bisikan الوشوشة
Sedangkan kondisi terbuka lebar adalah kondisi bernafas biasa
Di antara bunyi bahasa manusia dapat di klasifikasikan kedalam dua macam yaitu :
1)      Vokal
Dalam bahasa arab di kenal dengan fathah pendek.domah pendek,kasrah pendek,fathah panjang dhomah panjang dan kasrah panjang
Dengan memperhatikan ke enam jenis fokal di atas bisa di simpulkan bahwa vokal aarb di bagi kedalam dua bagian yakni vokal pendek yang berjumlah tiga seperti tampak dalam kara sumia’ dan vokal panjang yang juga berjumlah tiga seperti tampak pada kaata kanuu sarikiin.
Apabila melihat dari bentuk bibir vocal arab juga terbbagi menjadi dua yakni vocal bulat, vocal yang di sertai bibir memutar, yaitu dhhomah panjang dan pendek, dan vocal tak bulat, yakni yang tidak di sertai gerakan bibir memutar yaitu vocal selain dhomah panjang dan pendek.
Sedangkan jika dilihat sari tinggi rendahnhya lidah, vocal di bagi tiga yaitu
1.      Vocal tinggi, yaitu kasroh pendek dan panjang , dhomah panjang dan pendek
2.      2. Vocal sedang yaitu fsathah pendek
3.      3. Vocal rendah yaitu fathah pangjang
Dan apabila dillihat dari bagian lidah yang menertai pengucaoan vocal, maka vocal di bagi 3 jenis :
1.      Kasroh pendek dan kasroh panjang
2.      Vocal tengah yaitu fahhah pendek dan panjang
3.      Vocal belakang yaitu dhomah panjang dan pendek

2)      Konsonan adalah bumyi letupan, bunyi geseran,bunyi bersuara atau juga tidak bersuarakonsonan selalu mendapatkan hambatan di saluran udara, baik hambaatan kuat atau lemah sehingga mengakibatkan adanya letupan atau geseran. Yang termasuk konsonan juga adalah semua bunyi yang udaranya keluar dari samping kiri atau kanan mulut.

a.       Pembentukan bunyi letup
Bumyi letup di bagi dua :pertama di sebut letup kerongkongan, karena terjadinya bunyi letup di kerongkongan yang kedua nukan bunyi letup kerongkongan karena terjadinya bukan di kerongkonagan
Bunyi leutp kerongkongan adalah bunyi hamzah. Bumyi ini terjadi akibat merapatnya dua buah ppita suara sehingga udara tidak dapat keluar, paru-paru terus di tekan dendan tekanan tambahanguna memaksa dua pita suara untuk membuka setelah itu terjadinya pembukaan mendadak pada dua pita suara yang mengakibatkan terjadinya bunyi yang mirip dengan bunyi letupan.bunyi yang lahir inilah yang di sebut dengan hamzah.
Adapun bunyi letup bukan kerongkongan, di bentuk di tempat makhroj masing-masing bunyi tersebut, dengan merapatnya dua buah organ bicara di saluran udara tepatnya di tempat makhroj, sehingga udara tidak dapat keluar dan terpaksa paru-paru memompakan udara tambahan untuk memaksa hambatan tersebut tebuka ketika itu terjadi bunyi ba, dal, ta, tho,dan jim.
Ulama fonetik umum tidak sependapat dengan ulama tajwid mendeskripsikasn jm sebagai bunyi letupan dan bagi mereka jim adalah bunyi antara letupan dan geseran
b.      Pembentukan bunyi geseran
Bunyi geseran terjadi bila udar yang datang dari paru-paru tidak mendapat hambatan yang kuat, baik di kerongkongan atau di luar kerongkongan, sehingga udara meluncur bebas tanpa kesulitan. Hal ini terjadi dengan salah satu tiga cara: pertama bahwa di saluran udara terdapat penyempitan, tetapi tidask sampai udara sulit meluncur di tempat tersebut. Kedua, terdapat hambatan yang tidak keras sehingga udsara tidak bisa lolos dari celah-celahnya. Ketiga terdapat hambatan yang kuat terhadap udara akan tetappi terdapat pula calah-calah yang dapat dilalui udara seperti disamping mulut ronga hidung dan lain-lain.
c.       Pembentukan bunyi bersuara
Untuk memproduk bunyi ini, dua buah oita suara harus bersentuhan tetapi tidak sampai merapat sehingga udara yang datang dari paru-paru masih dapat membuka dasn menutup klep udara diantara dua pita udara itu dengan mudah cepat dsan teratur. Kondisi seperti ini ngakibatkan terjadinya getaran pada dua pita suara. Bunyi yang keluar dalam pisisi pita suara seperti ini di sebut dengan bunyi suara majhuurah.
d.      Pembentukan bunyi tidak bersuara
Untuk memproduk bunyi ini dua pita suara harus membuka klep lebar0lebar dengan membentuk semacam segitiga sama kaki sehingga udara yang datang dari paru-paru dengan leluasa dapat melewati kerongkongan tanpa ada hambatan sedikitpun.bunyi yang terjadi dengan kondisi pita suara seperti ini di sebaut dengan bunyi tidak bersuara ( mahmuus ).
e.       Pembentukan bunyi bisikan
Untuk membentiuk bunyi ini dua pita suara harus berdekatan tetapi tidak sampai mengakibatkan terjadinya gesekan ketika udara yang datang dari paru-paru melewatui klep pita suara tersebut. Bunyi yang terjadi dengan kondisi pita sunara seperti ini di sebut dengan bunyi bisikan الوشوشة .

Semua bunyi yang aslnya bersuara akan berubah menjadi bunyi tidak bersuara dalam kondisi ini. Oleh sebab itu dalam bivara berbisik tidak ada bunyi yang bersifat letupan dan tidak ada pula yang bersifat bersuara, semua bunyi menjadi tidak bersuara. Seperti di sebutkan bahwa ulama tajwid tidak mensyaratkan adanya getaran dalam pembentukan bunyi suara, akan tetapi culup dengan dua syarat masing-masing mendapat tekanan ekstra di daerah makhroj dan udara bisa meluncur dengan mudah. Kedua syarat ini teteap terjamin dalam memproduk bunyi nerbisik jadi tidak menyalahi aturan qira’ah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar