Rabu, 19 November 2014

LINGUISTIK BERDASASARKAN OBJEK KAJIAN, TUJUAN, LINGUISTIK SEJARAH DAN SEJARAH LINGUISTIK


LINGUISTIK

Secara umum linguistic lazim di artikan sebagai ilmu bahasa ataun ilmu yang mengambil bahasa sebagai objek kajiannya. Pakar linguistic di sebut “linguis”. Namun, perlu di catat kata linguis dalam bahasa inggris jug berarti “orang yang mahir menggunakan beberapa bahasa”, selain bermakna “Pakar Linguistik”, seseorang linguis mempelajarri bahasa dengan tujuan utama untuk mahir menggunakan bahasa itu, melainkan untuk mengetahui secara mendalam mengenai kaidah-kaidah struktur bahasa, beserta dengan berbagai aspek dan segi yang menyangkut bahasa itu. Andaikan si “linguis” ingin memahirkan pengguna bahasa itu tentu juga tidak ada salahnya. Bahkan akan menjadi lebih baik. Sebaliknya, seseorang yang mahir dan lancar dalam menggunakan beberapa bahasa, belum tentu dia seorang linguis kalau dia tidak mendalami teori tentang bahasa. Orang seperti ini lebih tepat di sebut seorang polyglot “Berbahasa banyak”, sebagai dikotomi dari monoglot “berbahasa satu”.
Kalau di katakana bahw linguistic itu adalah ilmu yang objek kajiannya adalah bahasa, sedangkn bahasa itu sendiri merupakan fenomena yang hadir dalam segala aktifitas kehidupan manusia, maka linguistic itu pun menjadi sangat luas bidang kajiannya. Oleh karena itu, kita bisa lihat adanya berbagai cabang linguistic yang di buat berdasarkan berbagai criteria atau pandangan. Secar umum pembidangan linguistic itu adalah sebagai berikut.
1.      Menurut objek kajiannya
Linguistik dapat di bagi atas dua cabang besar, yaitu :
Ø  Linguistik Mikro
Objek kajian linguistic mikro adalah structural internal bahasa itu sendiri, mencakup struktur fonologi, morfologi, saintaksis, dan leksikon.
Ø  Linguistik Makro
Objek kajian linguistic makro adalah bahasa dalam hubungannya dengan factor-faktor di lur bahasa seperti sosiologis, psikologis, antropologi, dn neurologi. Bekaitan dengan factor-faktor di luar bahasa itu muncullah bidang-bidang seperti Sosiolinguistik, psikolinguistik, neurolinguistik, dan etnolinguistik. Di sini linguistic di pandang sebagai disiplin utama, sedangkan ilmu-ilmu lain sebagai disiplin bawahan.

2.      Menurut Tujuan Kajiannya
Linguistik dapat di bedakan atas dua bidang yaitu :
Ø  Linguistik Teoretis
Kajian Teoretis hanya di tujukan untuk mencari atau menemukan teori-teori linguistic belaka. Hanya untnuk membuat kaidah-kaidah linguistic secar deskriptif.
Ø  Kajian Terapan
Di tujukan untuk menerapkan kaidah-kaidah linguistic dalam kegiatan praktis, seperti dalam pengajaran bahasa, penerjemhan, penyusunan kamus, dan sebagainya.

3.      Linguistik Sejarah dan Sejarah Linguistik
Ø  Linguistik Sejarah
mengkaji perkembangan dan perubahan suatu bahasa atau sejumlah bahasa, baik dengan di perbandingkn maupun tidak.
Ø  Sejarah Linguistik
Mengkaji perkembangan ilmu linguistic, baik mengenai tokoh-tokohnya, aliran-aliran teorinya, maupun hasil-hasil kerjanya (lebih jauh lihat Chaer, 1994).

Dalam kaitannya dengan psikologi, linguistic lazim di artikan sebagai ilmu yang mencoba mempelajari hakikat bahasa, struktur bahasa, bagaimana bahasa itu di peroleh, bagaimana bahasa itu bekerja, dan bagaimana bahasa itu berkembang. dalam konsep ini tampak bahwa yang namanya psikolinguistik di anggap sebagai cabang dari linguistic, sedangkan linguistic itu sendiri di anggap cabang dari psikologi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar